Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diduga akibat Kelalaian Bakar Sampah, Lahan 1,3 Hektare di Karanganyar Kebumen Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Kebumen Bersiap Sambut Delegasi 60 Negara, Karangsambung Jadi Pusat Agenda IUGS-UNESCO

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 06:32 WIB
  • author Elde Joyosemito
Kebumen Bersiap Sambut Delegasi 60 Negara, Karangsambung Jadi Pusat Agenda IUGS-UNESCO
Rangkaian kegiatan International Union of Geological Sciences (IUGS) dan UNESCO dijadwalkan berlangsung pada 18-21 Januari 2026 di Karangsambung yang memiliki kekayaan geologi. (Foto: BRIN)

KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id — Kawasan Karangsambung di Kabupaten Kebumen berpeluang semakin mengukuhkan posisinya di peta ilmu kebumian dunia. Pemkab Kebumen menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan International Union of Geological Sciences (IUGS) dan UNESCO yang dijadwalkan berlangsung pada 18-21 Januari 2027.

Kegiatan berskala internasional tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan geologi Karangsambung sekaligus mendorong kawasan itu menjadi center of excellence atau pusat keunggulan dalam bidang ilmu geologi.

Rencana tersebut mengemuka dalam audiensi dan kunjungan kerja Badan Geologi bersama Tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) di Kabupaten Kebumen.

Rombongan dipimpin Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Badan Geologi Ir. Agus Cahyono Adi, M.T. Turut hadir Anggota Dewan Pakar KNGI Dr. Rudy Suhendar, M.Sc. serta Liela Ubaidi, MBA.

Mereka diterima langsung Bupati Kebumen Lilis Nuryani di ruang kerjanya. Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Asisten II Sekda Kebumen Sri Kuntarti, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Frans Haidar, Plt. Kepala Bapperida Haryono Wahyudi, serta perwakilan Badan Pengelola Geopark Kebumen.

Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan untuk mengoptimalkan potensi Geopark Kebumen dan memperkenalkannya di tingkat internasional.

Agenda IUGS-UNESCO di Karangsambung diperkirakan akan dihadiri delegasi dari sekitar 60 negara. Para ahli dan peserta akan berdiskusi serta bertukar pengetahuan mengenai perkembangan ilmu kebumian dan berbagai isu global yang berkaitan dengan lingkungan.

Momentum tersebut juga akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan Karangsambung sebagai kawasan yang memiliki nilai penting bagi perkembangan ilmu geologi. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai cagar alam geologi dan selama puluhan tahun menjadi salah satu lokasi penting untuk penelitian serta pembelajaran ilmu kebumian.

Dengan posisi strategis tersebut, muncul gagasan untuk mendorong Karangsambung menjadi pusat keunggulan dalam bidang ilmu geologi.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan internasional yang akan berlangsung pada awal 2027.

Menurut dia, kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat fungsi Geopark Kebumen sebagai kawasan edukasi dan pembelajaran bagi masyarakat.

"Kami dari Pemkab Kebumen sangat mendukung kegiatan yang akan diadakan pada Januari 2027 ini. Kami ingin agar Geopark Kebumen dapat berfungsi secara optimal sebagai sarana edukasi publik. Terkait fasilitas pendukung, penginapan sudah tersedia di Kampus Lapangan Karangsambung, dan kami siap memberikan dukungan penuh," ujar Lilis.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kebumen Frans Haidar. Pihaknya menyatakan siap menyambut kedatangan tamu dari berbagai negara.

Koordinasi dengan sejumlah pihak juga akan dilakukan, termasuk terkait proses perizinan serta kedatangan para delegasi asing ke Kabupaten Kebumen.

Rangkaian Agenda di Karangsambung dan Yogyakarta

Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah agenda penting IUGS dan UNESCO pada Januari 2027. Kegiatan akan dipusatkan di Karangsambung, Kabupaten Kebumen, dan Yogyakarta.

Pada 18-21 Januari 2027, kegiatan akan berlangsung di Kampus Lapangan Karangsambung. Agenda yang disiapkan antara lain UNESCO Geopark Event dan IUGS Workshop.

Kegiatan tersebut akan diisi dengan pelatihan langsung, penyusunan dan pengisian dossier, peningkatan kapasitas, serta diskusi bersama para ahli mengenai berbagai isu kebumian.

Sejumlah tema strategis akan dibahas, mulai dari mitigasi bencana alam, pengembangan energi terbarukan, perubahan iklim, hingga pengelolaan sumber daya air.

Setelah rangkaian kegiatan di Karangsambung, agenda dilanjutkan di Yogyakarta pada 21-27 Januari 2027. Sejumlah kegiatan yang dijadwalkan antara lain Welcome Reception, IUGS EC Meeting, gala dinner, kegiatan lapangan bersama sekretariat dan IUGS, hingga pertemuan tertutup.

Agenda tersebut akan melibatkan berbagai unsur, termasuk UNESCO, IUGS, pengelola geopark, kementerian, serta kalangan ilmuwan dan mitra dari dalam maupun luar negeri.

Kerja Sama IUGS dan UNESCO

IUGS dan UNESCO selama ini menjalin kerja sama dalam pengembangan ilmu kebumian, pelestarian warisan geologi, serta pengembangan geopark global.

IUGS merupakan organisasi ilmiah internasional nonpemerintah yang bergerak di bidang ilmu kebumian. Organisasi yang berdiri sejak 1961 itu menjadi bagian dari jaringan International Science Council dan beranggotakan lebih dari 121 negara.

Melalui jaringan globalnya, IUGS berperan dalam pengembangan standar ilmiah kebumian dan mendorong kolaborasi penelitian lintas negara.

Selain membahas persiapan kegiatan internasional, audiensi tersebut juga menyinggung persoalan penambangan pasir di sekitar aliran Sungai Lukulo.

Isu lingkungan tersebut menjadi salah satu perhatian karena berkaitan dengan keberlanjutan kawasan dan perlindungan lingkungan di sekitar Geopark Kebumen.

Pembahasan mengenai persoalan tersebut direncanakan akan dilanjutkan secara lebih komprehensif bersama instansi terkait.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut