Inilah Permintaan 13 Anak Berambut Gimbal yang Dicukur pada DCF 2026
Umi Fatimatuz Zahro meminta sepeda listrik warna pink serta dua ekor ayam hidup. Alvi Zahidatul Vardah meminta selendang kecil dan besar serta telepon genggam.
Herlista Zoya Elmeera memiliki sejumlah permintaan, yakni dua ekor ikan hias, dua kilogram daging bebek, dan sepeda warna pink. Lilla Chandra Kusuma meminta motor trail.
Sementara itu, Laira Anindya Maryam memiliki permintaan yang berbeda. Ia meminta agar rambut gimbalnya dicukur langsung di Dieng.
Chaerudin mengatakan, pemenuhan permintaan anak menjadi salah satu bagian penting dalam ritual tersebut. Masyarakat Dieng percaya rambut gimbal tidak boleh dipotong sebelum keinginan anak dipenuhi.
“Kalau permintaannya sudah dikabulkan, baru rambutnya bisa dipotong. Kalau dipotong sebelum permintaannya dipenuhi, masyarakat percaya rambut gimbalnya bisa tumbuh kembali dan anak bisa sakit lagi,” katanya.
Setelah seluruh rangkaian ritual dilakukan dan rambut gimbal dipotong, rambut tersebut kemudian dilarung ke Telaga Balai Kambang yang berada tidak jauh dari kompleks Candi Arjuna.
Sebelum pelarungan, masyarakat menggelar ritual dengan berbagai sajian makanan, buah-buahan, serta hasil bumi sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
Chaerudin berharap DCF tidak hanya menjadi agenda yang menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat Dieng.
“Harapannya, DCF bisa terus menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus mengenalkan tradisi unik masyarakat Dieng kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Editor : EldeJoyosemito