get app
inews
Aa Text
Read Next : UMP Raih Juara Tiga Turnamen Mini Soccer Muhammadiyah se-Jateng dan DIY

Muhammadiyah Jajaki Kerja Sama dengan Inggris, dari Kampus Russell Group hingga Tenaga Kesehatan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:07 WIB
header img
PCIM Muhammadiyah Britania Raya dan Irlandia bertemu FCDO Inggris di London untuk membahas peluang kerja sama pendidikan, kesehatan, riset, dan energi berkelanjutan. (Foto: Istimewa).

LONDON, iNewsPurwokerto.id - PCIM Muhammadiyah Britania Raya dan Irlandia membuka peluang baru untuk memperluas kerja sama Muhammadiyah dengan Inggris setelah bertemu Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) di London.

Pertemuan yang berlangsung Senin (24/8/2026) itu menjadi ruang penjajakan kolaborasi di sejumlah sektor, terutama pendidikan tinggi, kesehatan, riset, energi terbarukan, dan keberlanjutan lingkungan.

Pertemuan tersebut dihadiri Prof. Syafiq A. Mughni dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang kerja sama dan hubungan internasional, Dr. Zailani dari UMSU, jajaran PCIM Britania Raya dan Irlandia, serta perwakilan KBRI di London.

Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah peluang kerja sama antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA) dengan universitas yang tergabung dalam Russell Group, jaringan perguruan tinggi riset terkemuka di Inggris.

Jaringan PTMA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi mitra akademik internasional.

Kerja sama yang dijajaki dapat berupa penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga program akademik lintas negara. Skema tersebut sekaligus membuka peluang bagi sivitas akademika Muhammadiyah untuk memperluas pengalaman pendidikan dan riset di Inggris.

Peluang lain muncul dari sektor kesehatan. FCDO yang merupakan lembaga Pemerintah Inggris yang menangani urusan luar negeri, persemakmuran, dan pembangunan menyampaikan, bahwa Inggris masih membutuhkan tenaga kesehatan untuk mendukung sejumlah layanan, termasuk National Health Service (NHS) dan care home.

Kondisi itu dinilai memiliki keterkaitan dengan kekuatan Muhammadiyah yang telah memiliki jaringan rumah sakit, klinik, serta institusi pendidikan kesehatan.

Kerja sama pengembangan sumber daya manusia pun berpotensi menjadi salah satu bidang yang dapat dikembangkan. FCDO juga membuka kemungkinan mempertemukan Muhammadiyah dengan komunitas perawat Filipina di Inggris yang dinilai berpengalaman dalam sistem penempatan tenaga kesehatan dalam jumlah besar.

Peter Thomas selaku Chief Deputy FCDO turut mengapresiasi kiprah Muhammadiyah dalam bidang sosial dan pelayanan masyarakat. Ia juga menyampaikan ucapan selamat pada PCIM UK yang bergabung dalam Muslim Council of Britain (Dewan Muslim Inggris).

"Pertama saya ucapkan selamat pada PCIM UK yang baru-baru ini bergabung dalam Muslim Council of Britain (Dewan Muslim Inggris), saya juga sangat mengapresiasi langkah Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang memiliki rekam jejak panjang dalam aktivitas dibidang kesehatan, pendidikan dan layanan sosial," kata Peter, dalam kesempatan tersebut.

Sekretaris PCIM Britania Raya dan Irlandia, Susana Widyaningsih, mengatakan pertemuan dengan FCDO menjadi momentum untuk memperkuat hubungan internasional Muhammadiyah.

Susana, yang merupakan dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sekaligus mahasiswa doktoral Keperawatan di University of Birmingham, melihat peluang kolaborasi dapat dikembangkan melalui berbagai skema akademik.

Selain penelitian bersama dan mobilitas akademik, peluang tersebut mencakup program post-doctoral antara PTMA dan perguruan tinggi di Inggris.

"Selain pendidikan dan kesehatan, program Eco Bhinneka juga mendapat perhatian sebagai pintu masuk kerja sama dalam pengembangan energi berkelanjutan dan isu lingkungan yang menjadi agenda global," kata Susana dalam keterangannya kepada iNews Purwokerto, Minggu (30/8/2026).

Program Eco Bhinneka dengan demikian berpotensi menjadi jalur lain bagi Muhammadiyah untuk memperluas keterlibatan dalam agenda lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat internasional.

Ketua PCIM Britania Raya dan Irlandia, Ince Dian Apriliyani Azir, menegaskan pertemuan dengan FCDO tidak dimaksudkan berhenti pada tahap penjajakan.

"Pembicaraan tersebut akan segera kita tindak lanjuti menjadi program-program konkret yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujarnya.

Sejumlah agenda telah mulai dipetakan, antara lain kemitraan perguruan tinggi, riset bersama, pengembangan tenaga kesehatan, serta kolaborasi di bidang energi terbarukan dan lingkungan.

Pertemuan PCIM Muhammadiyah Britania Raya dan Irlandia dengan FCDO menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Muhammadiyah dengan berbagai pihak di Inggris. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan peluang tersebut menjadi program kerja sama yang konkret dan memberi manfaat bagi masyarakat di Indonesia maupun Inggris.

Editor : Aryo Arbi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut