Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Warga Grujugan Banyumas Terima Bantuan Beras 30 Kilogram dari Bulog
Advertisement . Scroll to see content

Sekitar 50 Ribu Orang Terjangkit HIV di Jawa Tengah, KPA Perkuat Penanganan

Kamis, 24 September 2026 | 05:22 WIB
  • author Elde Joyosemito
Sekitar 50 Ribu Orang Terjangkit HIV di Jawa Tengah, KPA Perkuat Penanganan
Estimasi jumlah orang yang terjangkit HIV di Jawa Tengah mencapai sekitar 50 ribu orang. (Foto: Pemkab Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Estimasi jumlah orang yang terjangkit HIV di Jawa Tengah mencapai sekitar 50 ribu orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya memperkuat penanggulangan HIV-AIDS menuju target Ending AIDS 2030.

Data tersebut disampaikan dalam Pertemuan Daerah Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026 yang digelar di Casa De Lani Resort, Baturraden, Banyumas, Rabu (23/9/2026).

Sekretaris KPA Kabupaten Banyumas H Suwondo mengatakan, besarnya estimasi tersebut menunjukkan penanggulangan HIV-AIDS membutuhkan penanganan berkelanjutan dan tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan.

“Tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata. Diperlukan forum komunikasi regional untuk memecahkan sekat-sekat sektoral demi merumuskan strategi penanganan yang inklusif, humanis, dan tepat sasaran menuju Ending AIDS 2030,” jelas Suwondo.

Menurut dia, sejumlah persoalan masih menjadi tantangan dalam penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Tengah. Di antaranya pasien yang putus berobat, layanan kesehatan lintas wilayah, stigma sosial, serta kebutuhan perlindungan dan pendampingan bagi kelompok yang membutuhkan.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi KPA kabupaten/kota untuk memperkuat komunikasi sekaligus menyusun strategi bersama menghadapi persoalan tersebut.

Suwondo menjelaskan, sejumlah langkah yang dibahas meliputi peningkatan deteksi dini dan perluasan akses pengobatan. Selain itu, penanganan pasien yang putus berobat serta kasus lintas wilayah juga menjadi perhatian.

Jejaring layanan HIV antarkabupaten/kota di Jawa Tengah juga perlu diperkuat, termasuk dengan daerah di luar Jawa Tengah. Pendampingan sosial melalui pekerja sosial dan komunitas turut menjadi bagian dari strategi penanganan.

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan, persoalan HIV-AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan. Penanganannya juga membutuhkan pendampingan serta dukungan sosial dari berbagai pihak.

“Pekerjaan kita masih panjang. Tantangannya bukan hanya bagaimana melakukan deteksi dini dan memastikan akses pengobatan, tetapi juga pasien yang putus berobat, koordinasi lintas wilayah, pendampingan, serta masih adanya stigma dan diskriminasi di tengah masyarakat,” ujar Lintarti.

Menurut Lintarti, pemerintah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS. Mulai dari dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, komunitas, keluarga hingga masyarakat.

Dia juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antardaerah karena penularan HIV tidak mengenal batas wilayah administrasi.

“Apalagi HIV tidak mengenal batas wilayah administrasi. Koordinasi antarkabupaten dan antarkota menjadi sangat penting. Saya berharap melalui forum ini jejaring KPA se-Jawa Tengah semakin kuat. Jangan sampai koordinasi hanya berjalan ketika ada pertemuan, tetapi terus berlanjut dalam pelaksanaan program di lapangan,” katanya.

Lintarti mengajak seluruh pihak meningkatkan pencegahan penularan, kesadaran masyarakat, deteksi dini, keberlanjutan pengobatan, serta mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Menurutnya, orang dengan HIV perlu mendapatkan layanan kesehatan yang baik sekaligus dukungan agar tetap dapat menjalani kehidupan secara produktif dan diperlakukan secara manusiawi.

Pertemuan Daerah KPA Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Tahun 2026 berlangsung selama dua hari, 22-23 September 2026. Kegiatan diikuti perwakilan KPA kabupaten/kota se-Jawa Tengah serta sejumlah KPA dari luar Jawa Tengah.

Forum tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Sentra Satria, serta unsur KPA.

Melalui forum tersebut, peserta membahas penguatan koordinasi dan strategi penanggulangan HIV-AIDS di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya mencapai target Ending AIDS 2030.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut