QRIS Kian Moncer di Banyumas Raya, Transaksi Capai 172 Juta Senilai Rp12,9 Triliun
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus menunjukkan pertumbuhan di wilayah Banyumas Raya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto mencatat nilai transaksi QRIS mencapai Rp12,91 triliun dengan volume 172,01 juta transaksi selama Januari hingga Agustus 2026.
Kepala KPwBI Purwokerto Aswin Gantina mengatakan, pertumbuhan transaksi tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital dalam berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Wilayah kerja KPwBI Purwokerto mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
"Perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Banyumas Raya," kata Aswin di Purwokerto, Jumat (25/9/2026).
Seiring dengan meningkatnya transaksi, jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS juga terus bertambah. Hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 668.678 merchant QRIS berada di wilayah kerja KPwBI Purwokerto.
Aswin mengatakan, Bank Indonesia terus memperluas akseptasi QRIS melalui berbagai kegiatan edukasi dan aktivasi yang menyasar beragam kelompok masyarakat.
"Kami terus mendorong perluasan akseptasi dan penggunaan QRIS melalui edukasi serta aktivasi kepada berbagai kelompok masyarakat," ujarnya.
Program edukasi dan aktivasi tersebut menyasar masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang pasar, pondok pesantren, komunitas perempuan, hingga kelompok lanjut usia.
Menurut Aswin, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Banyumas Raya. Dengan semakin luasnya penggunaan pembayaran digital, manfaat transformasi sistem pembayaran diharapkan dapat dirasakan masyarakat maupun pelaku usaha.
"Perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Banyumas Raya sejalan dengan pertumbuhan secara nasional. Pada Agustus 2026, transaksi ekonomi dan keuangan digital nasional tumbuh 40,36 persen secara tahunan (yoy) menjadi 6,11 miliar transaksi," katanya.
Secara nasional, akseptasi QRIS juga terus berkembang. Hingga Agustus 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta, sedangkan jumlah merchant mencapai 47,11 juta.
Sementara itu, volume transaksi ritel melalui BI-FAST tercatat mencapai 549 juta transaksi dengan nilai Rp1.346 triliun.
Selain memperluas penggunaan QRIS, KPwBI Purwokerto juga mendorong inovasi dan pengembangan talenta digital. Salah satunya melalui Mini Hackathon yang digelar dalam rangkaian Pekan QRIS Nusantara (PQN) 2026 pada 11-17 Agustus 2026.
Sebanyak enam finalis mengikuti pembekalan hingga tahap final dengan mendapatkan pendampingan dari akademisi dan praktisi teknologi.
"Sebanyak enam finalis mengikuti pembekalan hingga babak final dengan pendampingan akademisi dan praktisi teknologi," ujar Aswin.
Dalam rangka memperluas akseptasi QRIS, KPwBI Purwokerto juga mengembangkan Zona QRIS di wilayah Banyumas Raya.
Zona tersebut memetakan kawasan berdasarkan perkembangan akseptasi dan transaksi QRIS ke dalam tiga kategori, yakni Prime Zone, Growth Zone, dan Basic Zone.
Pemetaan itu digunakan sebagai dasar untuk menentukan program pengembangan QRIS yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing kawasan.
"Ke depan, BI Purwokerto bersama pemerintah daerah, perbankan, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas berkomitmen memperkuat ekosistem pembayaran digital yang inklusif dan inovatif guna mendukung perekonomian Banyumas Raya," kata Aswin.
Editor: EldeJoyosemito