Ratusan Anak Tak Mampu Dapat Beasiswa Kuliah, 441 Kuota Terserap
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Ratusan anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Banyumas mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program beasiswa Universitas Harapan Bangsa (UHB) Purwokerto.
Ketua Yayasan Pendidikan Dwi Puspita selaku badan penyelenggara UHB, Iis Setiawan Mangku Negara, S.Kom., M.T.I., mengatakan program beasiswa tersebut mendapat respons cukup tinggi dari masyarakat.
Menurut Iis, UHB pada tahun ini menyediakan kuota beasiswa untuk 500 calon mahasiswa. Dalam kurun waktu tiga bulan, mulai Juni hingga September 2026, sebanyak 441 kuota telah terserap.
"Alhamdulillah, dalam waktu tiga bulan dari Juni, Juli, Agustus sampai September, dari program 500 siswa, kuota yang terserap 441. Menurut kami, itu sudah sesuatu yang luar biasa," ujar Iis pada Selasa (29/9/2026).
Ia menjelaskan, penerima beasiswa mayoritas berasal dari masyarakat Banyumas. Dari 441 penerima, lebih dari 300 mahasiswa di antaranya merupakan warga Banyumas.
Program tersebut menggunakan sejumlah skema beasiswa. Selain melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), UHB juga menyediakan beasiswa dari yayasan bagi calon mahasiswa yang belum mendapatkan KIP-K.
"Yang tidak diterima di KIP-K kemudian kami terima di beasiswa KIP Yayasan. Ada beasiswa prestasi, unggulan, mitra kerja sama, yatim, hafiz. Jadi 441 itu tersebar di beberapa beasiswa," jelasnya.
Menurut Iis, penerima beasiswa tersebar di berbagai program studi yang berada di dua fakultas UHB, yakni Fakultas Teknologi dan Fakultas Sosial.
Namun, program studi Bisnis Digital dan Manajemen menjadi dua pilihan yang paling banyak diminati penerima beasiswa.
Iis mengatakan program tersebut secara khusus memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi tetapi tetap memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
"Memang program yang kami sampaikan tersebut tetap ada filternya. Kami tetap memilih, jangan sampai ada siswa atau anak muda yang ingin kuliah tetapi terhalang oleh pembiayaan. Jangan sampai terjadi seperti itu. Sehingga kami berikan beasiswa," katanya.
Program beasiswa UHB tersebut akan terus dilanjutkan setiap tahun. Iis mengatakan jumlah kuota juga diupayakan meningkat seiring tingginya minat masyarakat.
"Insya Allah beasiswa itu tetap akan kami selalu adakan tiap tahunnya. Karena itu sebuah komitmen dari yayasan dan UHB untuk mencerdaskan, untuk mendukung program Bupati," ujarnya.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya UHB menyediakan sekitar 300 kuota beasiswa. Tahun ini jumlahnya dinaikkan menjadi 500 kuota, dengan realisasi penerima mencapai 441 mahasiswa hingga September.
Ke depan, UHB membuka kemungkinan untuk kembali meningkatkan kuota sehingga target 500 penerima beasiswa dapat terpenuhi.
Sementara Rektor UHB Dr Yuris Tri Naili mengatakan tahun ini UHB menerima sekitar 1.200 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Para mahasiswa baru tersebut mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) selama sepekan. Pengukuhan mahasiswa baru menjadi salah satu rangkaian akhir kegiatan PKKMB. Kegiatan tersebut juga diisi dengan pembekalan untuk memperluas wawasan mahasiswa, termasuk mengenai dunia kewirausahaan.
"Kalau disesuaikan dengan visi UHB, World Class University Entrepreneur, kami tetap konsisten dalam acara PKKMB dengan menghadirkan entrepreneur muda supaya memberikan pengalaman kepada mahasiswa," kata Yuris.
Menurut dia, pengalaman dari pelaku usaha diharapkan dapat memotivasi mahasiswa agar tidak hanya berorientasi pada bidang akademik. Mahasiswa juga didorong memiliki kemandirian serta keberanian mengembangkan potensi di luar bangku kuliah.
Dalam kegiatan tersebut, UHB menghadirkan entrepreneur asal Purwokerto. Ia berbagi pengalaman dalam membangun dan mengembangkan usaha kepada mahasiswa baru.
"Kami ingin memberikan semangat mandiri dan juga semangat untuk memperluas wawasan bidangnya. Jadi bukan sekadar akademik saja anak-anak menimba ilmu," ujarnya.
Yuris menambahkan, pembekalan melalui pengalaman praktis diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.
Editor: EldeJoyosemito