Tabebuya Warna-warni Bermekaran di Purwokerto, Jalanan Bak Negeri Sakura
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Puluhan pohon tabebuya di sejumlah ruas jalan Kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mulai bermekaran. Bunga berwarna merah muda yang memenuhi dahan pohon tersebut menghadirkan panorama menarik dan mencuri perhatian masyarakat.
Mekarnya bunga Tabebuya tidak hanya mempercantik lanskap perkotaan, tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga dan pengguna jalan. Sejumlah pengendara bahkan menyempatkan diri menikmati pemandangan bunga yang bermekaran di sepanjang jalan.
Kaela (22), salah seorang warga, mengatakan keberadaan Tabebuya yang sedang berbunga membuat suasana Kota Purwokerto terasa lebih menarik, terutama di tengah musim kemarau.
“Ya yang jelas menambah keindahan kota. Apalagi sekarang lagi musim kemarau, sehingga dengan bermekarnya bunga Tabebuya ini suasananya lebih adem,” ungkapnya.
Menurut Kaela, deretan bunga yang bermekaran juga membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan karena pemandangan di sepanjang jalan tidak terasa monoton.
“Pemandangannya jadi menarik, tidak monoton kalau saat sedang berkendara,” terangnya.
Meski demikian, dia mengingatkan pengguna jalan agar tidak terlalu fokus menikmati keindahan bunga hingga mengabaikan keselamatan saat berkendara.
“Sesekali boleh melihat bunga-bunga yang bermekaran, namun tetap harus fokus saat berkendara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Keindahan Tabebuya juga mengundang warga untuk berhenti sejenak dan mengabadikannya menggunakan kamera ponsel. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Jalan Bung Karno Purwokerto.
Sejumlah warga terlihat berswafoto dengan latar belakang pepohonan Tabebuya yang tengah dipenuhi bunga berwarna merah muda.
Amel (24), warga yang ditemui di Jalan Bung Karno, mengaku tertarik mengabadikan momen tersebut karena Tabebuya tidak berbunga sepanjang waktu.
“Lumayan nanti bisa buat status di medsos. Apalagi ini mekarnya juga pada saat-saat tertentu saja,” katanya.
Pemandangan bunga Tabebuya berwarna merah muda yang memenuhi pepohonan membuat sejumlah ruas jalan di Purwokerto sekilas menghadirkan nuansa seperti musim semi di Jepang.
Hamparan warna pink di sepanjang jalan membuat suasana kawasan yang biasanya ramai oleh kendaraan dan aktivitas masyarakat terasa lebih segar. Tak heran jika panorama tersebut menarik perhatian warga yang melintas.
Siska (32), salah seorang pengendara, bahkan mengaku memperlambat laju kendaraannya untuk menikmati pemandangan tersebut.
“Karena bagus, saya juga foto bunganya. Rasanya kaya di Jepang lihat bunga sakura,” ujarnya.
Berbunga Lebih Sempurna Saat Kemarau
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Arif Sugiono, menjelaskan mekarnya Tabebuya secara serempak berkaitan dengan kondisi musim kemarau.
Menurut dia, kondisi kemarau membuat tanaman Tabebuya dapat berbunga lebih sempurna sehingga keberadaannya semakin mencolok di sejumlah ruas jalan Purwokerto.
“Musim kemarau bunga sempurna, termasuk Tabebuya,” kata Arif.
Keberadaan Tabebuya di sejumlah ruas jalan Purwokerto juga merupakan bagian dari penataan lanskap perkotaan yang telah dirancang DLH Banyumas. Penanaman dilakukan secara tematik dengan memilih jenis atau warna tanaman yang berbeda di sejumlah ruas jalan.
Di Jalan Jenderal Soedirman, misalnya, Tabebuya kuning menjadi salah satu tanaman penghias jalan. Sementara Jalan Bung Karno dihiasi perpaduan Tabebuya putih, pink, dan kuning.
Adapun di Jalan Gerilya, Tabebuya kuning dipadukan dengan berbagai jenis tanaman lainnya untuk mempercantik kawasan.
Namun, penataan vegetasi perkotaan tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika. DLH Banyumas juga memperhitungkan faktor keselamatan, terutama karena karakteristik pohon Tabebuya yang dinilai tidak memiliki struktur akar dan batang sekuat jenis pohon tertentu.
“Tabebuya bukan pohon yang kuat. Kami masih berhitung untuk lokasi yang aman agar saat musim hujan tidak membahayakan,” jelas Arif.
Pertimbangan tersebut dilakukan agar penataan tanaman di kawasan perkotaan tidak justru menimbulkan risiko bagi pengguna jalan maupun masyarakat ketika memasuki musim hujan.
Ke depan, DLH Banyumas berencana melanjutkan penataan vegetasi perkotaan secara bertahap di sejumlah titik yang berada dalam kewenangan pemerintah kabupaten.
Editor: EldeJoyosemito