World Rabies Day, Ratusan Hewan Peliharaan di Banyumas Divaksin Gratis
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Sebanyak 280 hewan peliharaan mendapat vaksinasi rabies gratis dalam rangka memperingati World Rabies Day 2026 di Kabupaten Banyumas, Selasa (6/10/2026). Vaksinasi dilakukan sebagai upaya melindungi kesehatan hewan sekaligus mencegah penularan rabies kepada manusia.
Selain vaksinasi, pemilik hewan juga mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dan edukasi. Kegiatan tersebut melibatkan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Tengah II dan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Kusbiono mengatakan, Pemkab Banyumas menyediakan 800 dosis vaksin rabies gratis sepanjang 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 208 dosis telah digunakan dalam vaksinasi di Kecamatan Banyumas dan Tambak. Sementara dalam kegiatan World Rabies Day, pemerintah menyediakan 300 dosis. “Dan hari ini kami alokasikan sebanyak 300 dosis,” kata Kusbiono.
Menurut dia, vaksinasi tetap diperlukan meskipun Banyumas saat ini berstatus zona bebas rabies. Hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan penularan dari hewan yang berasal dari wilayah lain.
“Karena di Jawa Barat dan Jawa Timur kan belum bebas, jadi kita juga mengupayakan nantinya akan ada vaksinasi di daerah perbatasan,” ujarnya.
Jumlah vaksin rabies gratis yang disediakan Pemkab Banyumas tahun ini juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan 500 dosis vaksin, sedangkan tahun ini jumlahnya menjadi 800 dosis setelah mendapat tambahan bantuan 150 dosis dari pemerintah provinsi.
“Tahun kemarin kami anggarkan untuk 500 dosis vaksin rabies. Tahun ini kami mendapat bantuan dari provinsi sebanyak 150 dosis. Sehingga total kami bisa pengadaan 800 dosis,” jelas Kusbiono.
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan vaksinasi rabies memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus melindungi masyarakat.
“Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit ini dapat menular dari hewan kepada manusia dan dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani,” kata Lintarti.
Dia menjelaskan, penularan rabies dapat terjadi melalui gigitan hewan penular rabies, seperti anjing, kucing, kera, dan mamalia lainnya.
Karena itu, pencegahan rabies membutuhkan keterlibatan masyarakat, tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun petugas kesehatan hewan.
“Alhamdulillah hari ini pendaftar mencapai 148 dengan jumlah hewan 280,” ungkapnya.
Lintarti menambahkan, Pemkab Banyumas menargetkan vaksinasi rabies gratis digelar di lima lokasi sepanjang 2026. Hingga Oktober, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di tiga titik, sedangkan dua lokasi lainnya akan digelar secara bertahap.
“Kurang dua titik lagi. Mudah-mudahan nanti semuanya bisa ter-cover, kemudian pemilik hewan, utamanya kucing, kera, dan anjing, bisa semuanya divaksinasi untuk bebas rabies,” pungkasnya.
Editor: EldeJoyosemito