Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kombes Dhovan Oktavianton Jadi Kapolresta Banyumas Gantikan Kombes Petrus
Advertisement . Scroll to see content

Bakti TNI AD di Banyumas-Kebumen Sasar Rumah Tak Layak dan Infrastruktur 

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15 WIB
  • author Arbi Anugrah/Elde Joyosemito
Bakti TNI AD di Banyumas-Kebumen Sasar Rumah Tak Layak dan Infrastruktur 
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Banyumas dan Kebumen, Jawa Tengah, menyasar pembangunan infrastruktur. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Banyumas dan Kebumen, Jawa Tengah, menyasar pembangunan 22 jembatan, 80 sumur bor, serta rehabilitasi 150 rumah tidak layak huni (RTLH). 

Program yang berlangsung hingga 16 Desember 2026 tersebut juga mencakup pembangunan jalan, peningkatan sanitasi, revitalisasi fasilitas umum, dan pelayanan sosial bagi masyarakat.

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI AD membantu masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas dasar sesuai kebutuhan di wilayah sasaran.

“Program Bakti TNI AD untuk Rakyat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan, jembatan, air bersih, rumah layak huni, hingga fasilitas sanitasi dan pelayanan sosial,” kata Danrem.

Menurut dia, keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pembangunan wilayah sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kami berharap berbagai sasaran program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Infrastruktur yang dibangun diharapkan mempermudah mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, dan meningkatkan akses terhadap fasilitas dasar,” ujarnya.

Di Kabupaten Banyumas, program ini menargetkan pembangunan 10 jembatan dan 30 sumur bor serta rehabilitasi 105 rumah tidak layak huni. Sementara di Kebumen, sasaran meliputi 12 jembatan, 50 sumur bor, dan perbaikan 45 rumah warga.

Pembangunan Jalan Mulai Menunjukkan Progres

Sejumlah pekerjaan infrastruktur jalan di Banyumas dan Kebumen telah berjalan. Berdasarkan laporan Kodim 0701/Banyumas per Sabtu (17/10/2026), pembangunan jalan rabat beton di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang, mencapai 53 persen. Adapun pekerjaan di Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak, telah mencapai 65 persen.

Di Desa Sawangan, jalan yang dibangun memiliki target panjang 815 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 15 sentimeter. Hingga hari ke-12 pelaksanaan, pengecoran telah mencapai 431 meter. Pekerjaan pendukung mencakup pembangunan talud, plat beton, dan saluran drainase.

Sementara itu, pembangunan jalan rabat beton di Desa Gumelar Lor ditargetkan sepanjang 120 meter. Dari target tersebut, 78 meter telah selesai dicor. Pekerjaan ini didukung anggaran pemerintah daerah sebesar Rp284 juta.

Di Kabupaten Kebumen, laporan Kodim 0709/Kebumen per Jumat (16/10/2026) mencatat pembangunan jalan rabat beton di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, mencapai 52 persen dari target sepanjang 700 meter.

Dua lokasi lain yang masuk rencana pembangunan jalan berada di Desa Jemur, Kecamatan Kebumen, sepanjang 220 meter dan Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor, sepanjang 400 meter. Kedua lokasi tersebut belum mencatat progres fisik dalam laporan yang diterima.

Sidik mengatakan, pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai sasaran dan kondisi di lapangan.

“Setiap sasaran memiliki tahapan pengerjaan masing-masing. Karena itu, kami terus mendorong agar pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai rencana, dengan tetap memperhatikan kualitas pekerjaan sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang,” katanya.

Sebanyak 22 Jembatan dan 80 Sumur Bor Jadi Sasaran

Pembangunan jembatan menjadi salah satu sasaran penting dalam program Bakti TNI AD untuk Rakyat. Sebanyak 10 titik jembatan direncanakan dibangun di Banyumas dengan dukungan Sterad, sedangkan 12 titik lainnya berada di Kabupaten Kebumen.

Lokasi pembangunan jembatan di Banyumas tersebar di Desa Dawuhan, Pasinggangan, Pajerukan, Buniayu, Kemawi, Karanganyar, Lumbir, dan Cingebul.

Adapun di Kebumen, pembangunan direncanakan di Desa Pekuncen, Pasir, Penimbun, Mangunranan, Watulawang, Kebagoran, Wonoharjo, Rahayu, Tirtomoyo, Tambakagung, Ngasinan, dan Tlogorejo.

Selain jembatan, program tersebut menargetkan pembangunan 80 sumur bor untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih. Sebanyak 30 titik berada di Banyumas dan 50 titik di Kebumen.

Berdasarkan laporan per 16 Oktober 2026, pembangunan sumur bor di Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, telah mencapai 24 persen. Sebagian besar lokasi lainnya belum mencatat perkembangan fisik.

“Penyediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Melalui pembangunan sumur bor, kami berharap akses warga terhadap air bersih dapat meningkat, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan sarana air bersih,” ujar Sidik.

Rehabilitasi 150 Rumah dan Peningkatan Sanitasi

Di sektor perumahan, sebanyak 150 rumah tidak layak huni menjadi sasaran rehabilitasi di kedua kabupaten. Banyumas mendapat alokasi 105 unit, sedangkan Kebumen sebanyak 45 unit.

Di Banyumas, dukungan rehabilitasi rumah berasal dari beberapa sumber, yakni Sterad untuk 21 unit, tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk 25 unit, serta Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk 59 unit.

Selain perbaikan rumah, program tersebut mencakup peningkatan fasilitas sanitasi. Banyumas menargetkan pembangunan 31 unit jambanisasi, sedangkan Kebumen menyasar 20 titik fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Meski demikian, laporan yang diterima hingga pertengahan Oktober belum mencatat progres fisik rehabilitasi RTLH di kedua kabupaten tersebut.

Sidik menuturkan, perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi merupakan bagian dari upaya mendukung kualitas hidup masyarakat.

“Rumah yang layak dan fasilitas sanitasi yang memadai merupakan kebutuhan mendasar. Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat memperoleh lingkungan tempat tinggal yang lebih baik dan sehat,” katanya.

Revitalisasi Sekolah hingga Pelayanan Sosial

Program Bakti TNI AD untuk Rakyat turut mencakup perbaikan fasilitas pendidikan dan sosial. Di Banyumas, sasaran revitalisasi meliputi empat sekolah, enam tempat ibadah, empat panti asuhan, serta penataan Makam Mbah Kalibening di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas.

Di Kebumen, program menyasar empat sekolah, empat tempat ibadah, satu panti asuhan, serta penataan area parkir makam leluhur di Desa Pekuncen, Kecamatan Sempor.

Selain pembangunan infrastruktur, kegiatan sosial juga menjadi bagian dari program. Di Banyumas, sejumlah layanan seperti operasi bibir sumbing, donor darah, sunatan massal, nikah massal, bantuan kursi roda, alat bantu jalan, dan bazar murah dilaporkan telah mencapai target.

Penyaluran paket sembako masih mencapai 50 persen, sedangkan operasi katarak belum mencatat capaian dalam laporan per 17 Oktober 2026.

Di Kebumen, pengobatan gratis ditargetkan menjangkau 1.000 orang dengan progres 20 persen. Operasi bibir sumbing untuk satu orang, bantuan lima kaki palsu, dan bantuan satu kursi roda telah mencapai target. Program penanaman 5.000 pohon belum mencatat progres dalam laporan per 16 Oktober 2026.

“Bakti TNI AD untuk Rakyat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pelayanan yang langsung dirasakan masyarakat. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat sesuai kebutuhan warga,” kata Sidik.

Program Bakti TNI AD untuk Rakyat di Banyumas dan Kebumen dijadwalkan berlangsung hingga 16 Desember 2026. Perkembangan setiap sasaran masih mengikuti tahapan pengerjaan dan kondisi di masing-masing lokasi.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut