Pasutri Tewas Tertabrak Kereta di Kebumen, Motor Ditemukan Jauh dari Rel
Polisi bersama tim identifikasi atau Inafis dan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) Kebumen segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi kedua korban. Saat ditemukan, kondisi jenazah keduanya sulit dikenali secara langsung.
Untuk memastikan identitas korban, tim Inafis menggunakan perangkat Mobile Automated Multi-Biometric Identification System (Mambis). Hasil pemeriksaan memastikan kedua jenazah tersebut merupakan SA dan EN.
Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi juga menemukan sepeda motor Yamaha Mio Gear berwarna biru putih yang diduga digunakan oleh korban. Sepeda motor tersebut terparkir sekitar 15 meter dari jalur rel dan tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Selain kendaraan, petugas menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi, antara lain lima buah kunci, sebungkus rokok, korek api, sepasang sepatu, serta pakaian milik korban.
Kapolres mengatakan, posisi sepeda motor yang relatif jauh dari rel serta kondisinya yang tidak mengalami kerusakan menjadi bagian dari temuan yang didalami penyidik. Meski demikian, temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab maupun motif kejadian.
"Namun, temuan tersebut belum cukup untuk memastikan motif maupun penyebab kedua korban berada di jalur kereta api," imbuhnya.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada pihak keluarga. Keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memakamkan kedua korban.
Hingga Minggu (18/10/2026), polisi masih mendalami rangkaian kejadian untuk memastikan kronologi serta memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang menewaskan pasangan suami istri tersebut.
Disclaimer: Artikel ini terkait kasus dugaan bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Segera hubungi profesional apabila mengalami dorongan serupa.
Editor: Elde Joyosemito