Bulog dan Satgas Pangan Pantau RPK, Pastikan Harga Beras SPHP Sesuai HET
CILACAP, iNewsPurwokerto.id – Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas bersama Satgas Pangan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) penjualan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah Rumah Pangan Kita (RPK) di Kabupaten Cilacap.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan penjualan beras program pemerintah itu berjalan sesuai ketentuan.
Pemimpin Cabang Bulog Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan, monitoring dilakukan untuk mengawasi harga jual sekaligus mengantisipasi kemungkinan penyalahgunaan dalam penyaluran beras SPHP kepada masyarakat.
Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menyasar RPK di Cilacap, tetapi juga dilaksanakan di seluruh wilayah kerja Bulog Cabang Banyumas dengan melibatkan Satgas Pangan dan pemangku kepentingan terkait.
"Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, RPK yang menjadi penyalur beras SPHP telah menjual sesuai ketentuan. Harga jualnya tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 per kg," kata Prawoko pada Jumat (30/10/2026).
Dia menjelaskan, sebagian besar RPK masih menjual beras SPHP dalam kemasan 5 kg dengan harga Rp60.000 per kantong. Harga tersebut setara Rp12.000 per kg atau masih di bawah HET yang ditetapkan pemerintah.
Prawoko menambahkan, monitoring gabungan tersebut sekaligus menjadi sarana pembinaan bagi para pengelola RPK. Bulog ingin memastikan stok beras SPHP tetap tersedia sehingga masyarakat dapat memperolehnya dengan mudah melalui saluran penjualan terdekat.
Sesuai ketentuan Badan Pangan Nasional (Bapanas), masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga maksimal Rp12.500 per kg. Pembelian dibatasi paling banyak lima kantong atau kemasan per hari di RPK terdekat.
Dari sisi penyaluran, realisasi beras SPHP Bulog Cabang Banyumas sepanjang Januari hingga Oktober 2026 telah melampaui target. Dari target 17.797 ton, realisasi penyaluran mencapai 19.380 ton atau sekitar 109 persen.
"Realisasi penyaluran yang telah melampaui target ini menjadi bagian dari upaya kami menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di masyarakat," ujarnya.
Ke depan, Bulog Banyumas berkomitmen melanjutkan penyaluran beras SPHP melalui RPK, pasar-pasar rakyat, serta kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM). Pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan terkait.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pasokan beras sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
Editor: EldeJoyosemito