Mantap! Porprov Jateng 2026 Rampung, Banyumas Ranking 5 dengan Perolehan 35 Emas
SEMARANG, iNewsPurwokerto.id – Kontingen Kabupaten Banyumas berhasil menembus lima besar klasemen akhir Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026. Banyumas menempati peringkat kelima dengan raihan 35 medali emas, 29 perak, dan 42 perunggu atau total 106 medali.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan prestasi dibandingkan Porprov Jawa Tengah 2023 di wilayah Pati Raya. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Banyumas berada di peringkat kedelapan dengan perolehan 29 medali emas. Artinya, pada Porprov 2026, posisi Banyumas naik tiga peringkat sekaligus menambah enam medali emas.
Hasil akhir tersebut diumumkan dalam penutupan Porprov XVII Jawa Tengah 2026 yang berlangsung di halaman Sport Center Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal, Jumat malam (30/10/2026).
Ketua Harian PB Porprov Jateng 2026, Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan, berdasarkan hasil akhir pertandingan, Kota Semarang menjadi juara umum dengan raihan 177 emas, 410 medali secara keseluruhan. Posisi kedua ditempati Kota Surakarta dengan 79 emas dan total 221 medali.
Berikutnya, Kota Salatiga berada di peringkat ketiga dengan 41 emas dan total 144 medali. Kabupaten Grobogan menempati posisi keempat dengan 38 emas dan total 150 medali. Sementara Banyumas melengkapi lima besar dengan 35 emas dan total 106 medali.
Sujarwanto menjelaskan, Porprov XVII Jawa Tengah 2026 diikuti 35 kontingen kabupaten dan kota. Sebanyak 7.999 atlet ambil bagian dalam kompetisi tersebut, didampingi 1.910 ofisial. Selain itu, terdapat 3.571 perangkat pertandingan yang bertugas mendukung jalannya seluruh kompetisi.
Ajang olahraga tingkat provinsi ini mempertandingkan 58 cabang olahraga dengan tambahan sejumlah cabang eksibisi, yakni korfball, beach handball, menembak AASCI, dan futsal putri. Secara keseluruhan terdapat 810 nomor pertandingan dengan total 2.769 medali yang diperebutkan, terdiri atas 810 emas, 810 perak, dan 1.149 perunggu.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen secara resmi menutup Porprov XVII 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, penyelenggara, serta daerah yang telah menjadi tuan rumah pertandingan.
Menurutnya, Porprov bukan hanya menjadi ajang kompetisi untuk memperebutkan medali, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan atlet Jawa Tengah menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ajang Porprov ini dijadikan sebagai penyemangat untuk menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2028 di NTB dan NTT. Para delegasi asal Jawa Tengah harus mempersiapkan diri, membangun chemistry, meningkatkan kekompakan, serta menjalani pelatihan yang lebih hebat, agar prestasi olahraga daerah semakin meningkat di level nasional," ujarnya.
Taj Yasin juga memberikan penghormatan kepada dua atlet yang meninggal dunia selama penyelenggaraan Porprov, yakni Syabilla Rizkia Putri Raharja, atlet selam asal Kabupaten Jepara, dan Ayudiyah Rivana Tridiandinita, atlet pencak silat asal Kota Semarang. Ia turut mendoakan atlet yang mengalami cedera agar segera pulih.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, penyelenggaraan Porprov XVII berlangsung tertib, lancar, dan aman hingga acara penutupan. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Porprov bukan sekadar agenda olahraga rutin, melainkan juga menjadi wadah silaturahmi dan penjaringan atlet berbakat untuk dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
Di sisi lain, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah membela daerah dalam Porprov 2026. Ia menilai semangat, kekompakan, dan kebersamaan menjadi modal penting dalam membangun prestasi olahraga Banyumas.
Sadewo mengatakan, keberhasilan olahraga tidak hanya diukur dari banyaknya medali yang diperoleh. Kondusivitas dan hubungan baik antaratlet maupun pengurus di masing-masing cabang olahraga juga harus dijaga.
"Semangat atletnya yang penting, kompak. Saya juga berdiskusi dengan beberapa teman-teman atlet. Salah satu fungsi dari kemenangan adalah menjaga kondusivitas di cabang olahraga," ujarnya.
Ia berharap persaingan dalam mengejar prestasi tidak menimbulkan perselisihan di antara atlet. Sebaliknya, kemenangan maupun kekalahan harus disikapi dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.
Terkait penghargaan bagi atlet peraih medali, Sadewo memastikan pemerintah daerah tetap berkomitmen memberikan bonus sesuai yang telah dijanjikan.
"Siap, tidak ada masalah. Karena sudah dijanjikan," katanya.
Dengan keberhasilan menembus lima besar, hasil Porprov 2026 menjadi catatan positif bagi pembinaan olahraga di Banyumas. Peningkatan dari peringkat kedelapan menjadi kelima sekaligus bertambahnya perolehan emas menjadi modal untuk memperkuat persiapan menghadapi kompetisi olahraga berikutnya.
Editor: EldeJoyosemito