Banjir Rendam Jalan dan Rumah, Longsor Rusak Permukiman di Sejumlah Kabupaten
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Hujan yang mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah sejak Jumat (30/10/2026) memicu banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut terjadi di Kabupaten Banyumas, Cilacap, dan Banjarnegara dengan dampak mulai dari genangan jalan hingga kerusakan rumah warga.
Di Banyumas, BPBD mencatat 21 kejadian bencana akibat hujan berintensitas ringan hingga sedang pada Sabtu (31/10/2026). Sebanyak 14 kejadian merupakan tanah longsor, lima banjir, dan dua cuaca ekstrem.
Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan, bencana tersebar di sejumlah kecamatan dan berdampak pada permukiman, fasilitas pendidikan, infrastruktur, serta akses jalan.
Di Kecamatan Wangon, pohon tumbang menutup jalan di Desa Rawaheng. Banjir luapan juga terjadi di Desa Pengadegan, depan SMP Negeri Wangon, dan Desa Klapagading Kulon. Adapun di Kecamatan Kebasen, tanggul Sungai Jimblem di Desa Sawangan dilaporkan jebol.
Longsor terjadi di beberapa wilayah, antara lain Somagede, Ajibarang, Kemranjen, Lumbir, dan Rawalo. Di Desa Klinting, Kecamatan Somagede, longsoran bahkan mengancam rumah warga. Material tanah juga menimpa fasilitas pendidikan, termasuk SDN 3 Pageralang dan SDN 4 Tipar Kidul.
“Dari laporan sementara, tanah longsor menjadi kejadian yang paling mendominasi,” kata Dwi.
BPBD masih melakukan pendataan dan kaji cepat untuk mengetahui tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan di lokasi terdampak. Warga yang tinggal di kawasan lereng, tebing, dan bantaran sungai diminta tetap waspada selama hujan.
Banjir juga menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap setelah hujan deras turun sejak Jumat malam. Genangan terjadi di Jalan Nasional Desa Glempang, Kecamatan Maos, dengan ketinggian sekitar 20–30 sentimeter hingga Sabtu pagi.
Meski air mulai surut, sejumlah sepeda motor dilaporkan mogok setelah menerobos genangan. Warga setempat, Satrio, menyebut ketinggian air sempat mencapai setengah roda sepeda motor.
“Kalau ketinggian sekitar setengah roda motor. Yang tidak hati-hati banyak yang mogok kendaraannya, kalau kendaraan mobil masih aman untuk melintas,” ujarnya.
Banjir juga merendam jalan desa dan sejumlah rumah warga. Di Kecamatan Kroya, genangan dilaporkan menguasai area persawahan Desa Gentasari dan mulai mengancam permukiman di wilayah Mujur. BPBD Cilacap masih mendata wilayah yang terdampak.
Sementara itu, tanah longsor menerjang permukiman di Desa Mlaya, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Jumat sore. Sedikitnya 10 rumah terdampak, satu di antaranya rusak parah. Sebuah musala juga terkena material longsoran.
Perangkat Desa Mlaya, Ridho, mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB. Dua jam kemudian, sekitar pukul 15.30 WIB, tanah mulai bergerak dan longsor terjadi di Dusun Kaliwadas RT 5 RW 2.
Material longsoran merusak bagian samping dan depan rumah Mianto (52), yang dihuni satu keluarga dengan dua anggota. Penghuni rumah tersebut telah mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
“Penghuni rumah sudah mengungsi di tempat tetangga. Meskipun menimbulkan kerusakan bangunan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Ridho.
Pemerintah desa bersama Desa Tangguh Bencana (Destana) Mlaya dan warga telah mengecek lokasi serta mengamankan barang-barang milik warga. Kerja bakti untuk membersihkan material longsor dijadwalkan berlangsung Sabtu pagi.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Warga di sekitar lereng diminta segera mencari tempat aman jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah, terutama setelah hujan deras yang berlangsung cukup lama.
Editor: EldeJoyosemito