72 Siswa SMA Negeri 2 Cilacap Gagal Bertemu Jokowi Setelah Terdeteksi Covid-19

Aryo Rizqi
.
Selasa, 28 September 2021 | 19:15 WIB
Covid-19.(Foto: Ilustrasi/Shutterstock)

CILACAP, iNews.id - Sebanyak 72 siswa dan seorang guru SMA Negeri 2 Cilacap, gagal bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah terpapar Covid-19. Para siswa itu terdeteksi Covid-19 saat melakukan tes swab massal sebelum kunjungan kerja Presiden Jokowi untuk memantau vaksinasi di sekolah tersebut, Kamis (23/9) lalu. 

"72 orang siswa di SMA Negeri 2 Cilacap dan satu guru yang terpapar Covid-19. Mereka yang terpapar Covid-19 tidak mengikuti kegiatan vaksinasi massal (saat kunjungan Jokowi)," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Cilacap M Wijaya kepada wartawan, Selasa (28/9/2021).

Menurut dia, para siswa tersebut terdeteksi berdasarkan hasil pemeriksaan swab tim Satgas Covid-19 Kabupaten Cilacap sebelum kunjungan Jokowi. Dari 250 orang yang dilakukan swab dan diantaranya merupakan guru dan murid, pada Rabu (22/9) lalu. Hasilnya 73 di antaranya positif.

Dia mengatakan jika para siswa dan guru yang terpapar tersebut merupakan orang tanpa gejala (OTG). Selain itu, mereka juga bukan berasal dari klaster pendidikan, pasalnya hingga saat ini para siswa yang terpapar tersebut belum melakukan pembelajaran tatap muka.

"Jadi siswa yang terpapar sudah terkonfirmasi Covid-19 sebelum dilakukan pembelajaran tatap muka," ucapnya.

Dia mengungkapkan, temuan tersebut juga tidak mempengaruhi jalannya pembelajaran tatap muka di sekolah.

"Satgas telah menindaklanjutinya dengan penerapan isolasi mandiri maupun terpusat. Yakni kepada mereka yang terpapar Covid-19 khususnya klaster SMA Negeri 2," jelasnya.

Usai mengetahui hal tersebut, pihaknya langsung melakukan langkah isolasi secara terpusat di Gedung Diklat Cilacap dengan jumlah sekitar 20 orang pasien Covid-19, sedangkan sisanya menjalani isolasi secara mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilacap dr Pramesti Griana Dewi dihubungi terpisah mengatakan, saat ini 42 siswa SMA Negeri 2 Cilacap yang menjalani isolasi dinyatakan telah sembuh.

"Sebagian besar sudah negatif, ada 42 yang negatif, OTG semuanya," jelasnya.

 

Editor : Aryo Arbi
Bagikan Artikel Ini