“Kami mengusulkan ruas Karangtengah–Gunung Lurah ke program IJD. Sebenarnya sudah ada realisasi, tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa kami tindaklanjuti,” kata Kresnawan.
Ia menjelaskan, apabila program IJD dapat direalisasikan sepenuhnya, maka perbaikan ruas jalan tersebut bisa segera dilakukan.
“Kalau IJD itu terealisasi, ruas Karangtengah–Gunung Lurah bisa langsung diperbaiki dan dihaluskan,” tambahnya.
Kerusakan jalan di Desa Rancamaya sebelumnya memicu protes warga. Mereka memasang spanduk bertuliskan “Wisata Jeglongan 1.000” di pinggir jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki. Istilah jeglongan 1.000 merujuk pada kondisi jalan yang dipenuhi lubang dalam jumlah sangat banyak.
Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan mencapai sekitar satu kilometer, dengan titik terparah sepanjang kurang lebih 200 meter di lokasi pemasangan spanduk. Kondisi tersebut memaksa pengendara sepeda motor melaju sangat pelan demi menghindari lubang yang membahayakan.
Selain sebagai penghubung antar-desa, jalan tersebut juga merupakan jalur alternatif Legok–Purwokerto yang kerap dimanfaatkan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas saat musim mudik dan arus balik Lebaran.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
