“Saya yakin, jika masyarakat guyub rukun, brayan bareng membangun Banyumas, investor pun tidak akan ragu untuk berinvestasi di sini,” katanya.
Selain membawa harapan pembangunan, Sadewo berharap kirab pusaka dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal sejarah Banyumas.
“Antusiasme masyarakat cukup baik. Semoga dengan kirab ini, pemahaman masyarakat tentang sejarah Banyumas semakin meningkat, karena tadi juga ditampilkan perjalanan para bupati dari yang pertama hingga sekarang,” ujarnya.
Antusiasme serupa diungkapkan Titi, warga Kelurahan Teluk, yang menyaksikan langsung jalannya kirab. Ia mengaku sengaja mengajak cucunya untuk menonton sebagai upaya mengenalkan budaya Banyumas sejak dini.
“Selain karena ada keluarga yang ikut kirab, saya ajak cucu nonton supaya kenal dan paham budaya Banyumas dari kecil,” ungkapnya.
Menurut Titi, kirab pusaka bukan sekadar tontonan tahunan, melainkan juga ruang pembelajaran budaya agar generasi muda tumbuh dengan rasa bangga dan cinta terhadap warisan daerahnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
