PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat di wilayah Banyumas Raya diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan daring yang kian marak.
Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto, Haramain Billady, menyampaikan tren pengaduan masyarakat terkait kasus keuangan dalam dua tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Mayoritas laporan didominasi kasus penipuan.
Wilayah Banyumas Raya meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara. Berdasarkan data Indonesia Anti Scam Center (IASC) hingga Desember 2025, tercatat 6.345 laporan penipuan keuangan berasal dari empat daerah tersebut. Secara nasional, Jawa Tengah menempati posisi keempat tertinggi jumlah laporan dengan 45.719 kasus.
Modus yang paling banyak dilaporkan masyarakat di Banyumas Raya antara lain penipuan transaksi belanja online dan penipuan melalui panggilan telepon palsu yang mengatasnamakan pihak tertentu.
“Peningkatan jumlah pengaduan ini justru menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melapor semakin baik,” ujar Haramain.
Namun demikian, ia menilai maraknya kasus penipuan dan investasi ilegal menjadi indikator masih perlunya penguatan literasi keuangan di masyarakat.
“Masih ada kesenjangan antara tingkat inklusi keuangan dan literasi keuangan. Karena itu, edukasi harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah menjadi korban,” katanya.
OJK, lanjut dia, akan menyesuaikan materi edukasi berdasarkan tren laporan yang masuk, termasuk mendorong masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi penipuan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Selain mengingatkan soal penipuan, OJK Purwokerto juga mengimbau masyarakat mengelola keuangan secara bijak selama Ramadan hingga Lebaran, khususnya dalam memanfaatkan tunjangan hari raya (THR).
“THR memang sering menjadi momentum belanja. Itu wajar, tetapi tetap perlu disisihkan untuk tabungan dan kebutuhan prioritas,” ujarnya.
Untuk memperluas edukasi, OJK Purwokerto menyiapkan podcast edisi Ramadan yang membahas strategi pengelolaan keuangan agar pengeluaran tetap terkendali saat konsumsi meningkat.
Terkait penukaran uang menjelang Lebaran, OJK mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan resmi perbankan atau fasilitas yang disediakan Bank Indonesia guna menghindari risiko peredaran uang palsu.
Di sisi pengawasan, OJK memastikan pemeriksaan rutin terhadap lembaga jasa keuangan, termasuk bank perekonomian rakyat (BPR), tetap berjalan selama Ramadan. Selain itu, kampanye Gerakan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) juga terus digulirkan melalui pelatihan dan berbagai lomba bertema literasi keuangan syariah.
Dengan meningkatnya aktivitas transaksi menjelang Lebaran, OJK mengimbau masyarakat lebih cermat, tidak mudah tergiur tawaran yang tidak masuk akal, serta selalu memastikan keamanan dalam setiap transaksi keuangan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
