Mau Mudik Lebaran Lewat Jalur Selatan Jateng? Tenang, Pertamina Sudah Amankan Stok BBM

Elde Joyosemito
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Pantai Selatan (Pansela). (Foto: Dok)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Pantai Selatan (Pansela) Jawa Tengah menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Penambahan pasokan energi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan hingga Lebaran, terutama di jalur-jalur mudik yang melintasi wilayah selatan Jawa Tengah.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBT, Taufiq Kurniawan, mengatakan peningkatan stok dilakukan melalui Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) 2026 yang disiagakan di wilayah Pansela Sales Area Tegal. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, Purbalingga, dan Kebumen.

“Untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri, kami meningkatkan stok BBM dan elpiji di wilayah Pansela,” kata Taufiq pada Jumat (13/3).

Ia menjelaskan, pasokan BBM di kawasan tersebut disuplai dari Fuel Terminal Maos di Kabupaten Cilacap. Selama periode Satgas Rafi, Pertamina menambah stok BBM sekitar 4 hingga 5 persen dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, untuk kebutuhan elpiji, pasokan didukung dari Depot Elpiji Balongan, Depot Elpiji Cilacap, serta Depot Elpiji Obsico. Pertamina meningkatkan stok elpiji sekitar 6,7 persen guna menjaga kelancaran distribusi selama masa Ramadhan dan Idul Fitri.

Selain menambah stok, Pertamina juga memproyeksikan adanya perubahan pola konsumsi energi masyarakat selama periode libur Lebaran.

Konsumsi BBM jenis gasoline diperkirakan meningkat sekitar 23,3 persen dari rata-rata normal harian sebesar 1.986 kiloliter menjadi sekitar 2.446 kiloliter per hari. Peningkatan ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat selama arus mudik dan libur Lebaran.

Sebaliknya, konsumsi gasoil diperkirakan turun sekitar 2,1 persen, dari rata-rata 993 kiloliter per hari menjadi sekitar 973 kiloliter per hari. Penurunan tersebut diperkirakan terjadi karena berkurangnya aktivitas sektor industri selama masa libur Idul Fitri.

Di sisi lain, kebutuhan elpiji di sejumlah daerah juga diproyeksikan mengalami peningkatan seiring meningkatnya aktivitas rumah tangga selama Ramadhan dan Lebaran.

Di Kabupaten Banjarnegara, konsumsi elpiji diperkirakan naik dari rata-rata 92 metrik ton per hari menjadi sekitar 104 metrik ton per hari. Di Kabupaten Banyumas, konsumsi diproyeksikan meningkat dari 192 metrik ton menjadi sekitar 216 metrik ton per hari.

Kenaikan juga diperkirakan terjadi di Kabupaten Cilacap dari 184 metrik ton menjadi sekitar 207 metrik ton per hari. Sementara di Kabupaten Purbalingga meningkat dari 102 metrik ton menjadi sekitar 115 metrik ton per hari, dan di Kabupaten Kebumen dari 130 metrik ton menjadi sekitar 146 metrik ton per hari.

Taufiq menegaskan Pertamina telah menyiapkan infrastruktur dan sistem distribusi energi agar kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri tetap terpenuhi.

“Kami memastikan kesiapan infrastruktur dan distribusi energi selama Ramadhan dan Idul Fitri agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network