BEKASI, iNewsPurwokerto.id — Insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan 80 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban jiwa diketahui merupakan penumpang KRL.
Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menyampaikan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dalam kondisi selamat.
“Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, dari penumpang KRL tercatat enam orang meninggal dunia dan 80 orang luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Anne, Selasa (28/4/2026).
Ia memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. KAI juga menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia akan ditanggung oleh asuransi dan perusahaan.
Para korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
Anne menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena sejumlah korban masih hidup dan memerlukan penanganan secara hati-hati. Tim gabungan yang terdiri dari tenaga medis, Basarnas, dan petugas KAI dikerahkan untuk memberikan pertolongan.
“Proses evakuasi membutuhkan waktu karena ada korban yang harus ditangani secara cermat. Seluruh tim bekerja maksimal untuk memastikan penanganan terbaik bagi korban,” katanya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
