PURBALINGGA, iNewsPurwokerto.id — Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Slamet di Jawa Tengah mendorong Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperluas zona aman menjadi radius 3 kilometer dari kawah puncak. Rekomendasi ini mulai berlaku sejak 4 April 2026.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menegaskan bahwa status Gunung Slamet masih berada pada Level II (Waspada). Meski demikian, hasil pemantauan terbaru menunjukkan adanya dinamika aktivitas yang perlu diantisipasi oleh masyarakat.
“Aktivitas Gunung Slamet masih tergolong tinggi, sehingga diperlukan penyesuaian jarak aman bagi masyarakat menjadi 3 kilometer dari kawah,” kata Lana dalam keterangan resminya, Sabtu (4/4/2026).
Menurut dia, perubahan visual mulai tampak sejak 3 April 2026, ditandai dengan hembusan gas putih yang keluar secara kontinu dari kawah dengan ketinggian mencapai 300 meter. Kondisi ini mengindikasikan adanya pelepasan gas magmatik dari dalam gunung.
Di sisi lain, pengamatan termal juga menunjukkan tren peningkatan suhu yang signifikan. Suhu kawah yang sebelumnya berada di kisaran 247,4 derajat Celsius pada 2024, kini melonjak hingga 463 derajat Celsius pada awal April 2026.
“Kenaikan suhu tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas panas di kawah serta perkembangan rekahan di area tersebut,” ujarnya.
Aktivitas kegempaan turut memperkuat indikasi tersebut. Dalam periode pertengahan Maret hingga awal April 2026, tercatat ratusan gempa hembusan dan gempa frekuensi rendah yang berhubungan dengan dinamika gas magmatik. Intensitasnya pun cenderung meningkat sejak akhir Maret.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
