Kini, sebagai Manager RBO, Endah memegang peran strategis dalam mengatur arus dan optimasi produksi di kilang berkapasitas ratusan ribu barel per hari.
Di bawah kepemimpinannya, lahir inovasi “Block Mode”, sebuah terobosan yang memungkinkan fleksibilitas pengolahan minyak mentah dari berbagai sumber.
Jika sebelumnya kilang hanya mengolah satu jenis crude oil, kini mampu memproses campuran dari berbagai wilayah, baik domestik maupun internasional.
Inovasi ini dinilai penting dalam menghadapi dinamika global, sekaligus meningkatkan efisiensi dan ketahanan energi nasional.
Di balik perannya yang strategis, Endah tetap membawa pendekatan kepemimpinan yang inklusif. Ia menilai perempuan memiliki kekuatan dalam membangun komunikasi dan kolaborasi tim, yang menjadi faktor penting dalam industri dengan kompleksitas tinggi seperti migas.
Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini pun, menurutnya, masih relevan hingga kini. Kesetaraan kesempatan bagi perempuan di dunia kerja, termasuk sektor energi, kian terbuka lebar.
Ia juga menilai keberadaan komunitas Perempuan Pertamina Tangguh, Inspiratif, Wibawa, Integritas (PERTIWI) menjadi salah satu motor penggerak lahirnya pemimpin perempuan di lingkungan perusahaan, melalui program pengembangan kapasitas yang berkelanjutan.
Di momentum Hari Kartini, Endah mengajak perempuan Indonesia untuk terus percaya pada kemampuan diri dan berani mengambil peran lebih besar.
“Perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan memimpin. Yang penting adalah terus belajar, beradaptasi, dan menjaga keseimbangan antara karier dan keluarga,” tuturnya.
Di tengah kompleksitas industri energi, kisah Endah menjadi refleksi tentang keberanian menembus batas. Ia bukan sekadar hadir, tetapi turut memberi arah—mengalirkan inovasi sekaligus menyalakan semangat Kartini dalam setiap langkahnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
