MEKKAH, iNewsPurwokerto.id - Jemaah haji asal Kabupaten Purbalingga yang tergabung dalam kloter SOC 68 dan SOC 69 mulai menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi. Memasuki awal Zulhijah 1447 Hijriah, para jemaah diminta menjaga kondisi tubuh agar tetap prima menjelang puncak ibadah haji saat wukuf di Arafah.
Salah satu jemaah asal Desa Penaruban, Kecamatan Kaligondang, Baryati, mengatakan aktivitas ibadah jemaah kini mulai berjalan rutin. Salah satunya pelaksanaan Salat Subuh berjamaah di Masjidil Haram yang difasilitasi bus shalawat hingga pukul 03.00 waktu Arab Saudi (WAS).
Menurutnya, sebagian jemaah juga telah menunaikan umrah dan tawaf qudum bagi yang menjalankan Haji Ifrad. Sementara sebagian lainnya memilih melaksanakan Salat Subuh di musala hotel sambil mengikuti kultum dari pembimbing ibadah.
Dalam tausiyah yang disampaikan pembimbing ibadah H. Agus Musalim, para jemaah diingatkan agar tidak terlalu memforsir tenaga selama berada di Mekkah. Fokus utama saat ini adalah menjaga stamina menghadapi puncak haji di Arafah.
“Disampaikan bahwa ‘Al-Hajju Arafah’, sehingga yang perlu dipersiapkan adalah menjaga kondisi fisik dengan memperhatikan makan, istirahat, dan tidur agar pelaksanaan wukuf dapat dijalankan dengan sempurna,” ujar Baryati, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pelaksanaan ibadah haji baru memasuki 1 Zulhijah 1447 Hijriah. Sementara prosesi inti ibadah haji berupa wukuf di Arafah baru akan berlangsung pada 9 Zulhijah mendatang.
Sementara itu, Petugas Haji, Hary Purwanto, mengatakan jemaah yang mengikuti rangkaian Tarwiyah dijadwalkan berangkat menuju Mina pada 7 Zulhijah. Sedangkan jemaah yang tidak mengikuti Tarwiyah akan diberangkatkan sehari setelahnya, yakni 8 Zulhijah.
Setelah tiba di Mina, para jemaah akan menjalani mabit atau bermalam sebelum melaksanakan wukuf di Arafah.
Hary juga mengingatkan jemaah kategori risiko tinggi (risti) agar menyesuaikan aktivitas ibadah dengan kondisi kesehatan masing-masing, terutama saat beribadah di kawasan Masjidil Haram yang padat aktivitas.
Selain itu, ia meminta seluruh jemaah untuk tidak bepergian seorang diri dan selalu membawa kartu Nusuk selama berada di Arab Saudi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pada pelaksanaan haji tahun ini terdapat petugas Linjam (Perlindungan Jemaah) yang berjaga di pos-pos tertentu untuk membantu jemaah yang mengalami kebingungan arah atau membutuhkan bantuan,” pungkasnya.
Editor : Arbi Anugrah
Artikel Terkait
