Generasi Muda Diajak Padukan Kearifan Lokal dengan Kecerdasan Buatan

Elde Joyosemito
Upaya menjaga kelestarian budaya dan lingkungan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital menjadi fokus pembahasan dalam forum Ngopi Bareng. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman sekaligus Ketua Komunitas Dharma Bhakti Patanjala, Indaru S. Nurprojo, menyoroti pentingnya kesadaran budaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan mata air di lereng timur Gunung Slamet.

Menurutnya, keberlangsungan sejumlah mata air selama ratusan tahun tidak hanya ditopang oleh aturan formal, tetapi juga oleh tradisi, cerita rakyat, simbol, dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.

"Pelestarian lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan regulasi. Kesadaran budaya yang hidup di masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kawasan konservasi," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa sejumlah kawasan seperti Ponjen, Tanalum, Grantung, dan Talagening menjadi contoh bagaimana nilai budaya masih berperan dalam mendukung upaya konservasi hingga saat ini.

Selain menjadi ruang diskusi, forum tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, media, dan masyarakat.

Penyelenggara menyatakan kegiatan serupa akan diselenggarakan secara berkala sebagai wadah dialog antargenerasi sekaligus memperkuat gerakan pelestarian budaya dan lingkungan di tingkat lokal.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network