PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Kabupaten Banyumas kembali bersiap menggelar perhelatan budaya bertajuk Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026, sebuah acara kolosal yang memadukan pertunjukan tari, kolaborasi lintas budaya, hingga aksi kreatif tanpa henti selama satu hari penuh. Event ini digadang-gadang menjadi ikon baru pariwisata, khususnya di kawasan Kota Lama Banyumas.
Rencana penyelenggaraan acara tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Si Panji, Selasa (21/4/2026) sore, yang dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Camat Banyumas Jakarta Tisam serta penggagas kegiatan, Riyanto.
Riyanto menjelaskan, Banyumas Ngibing tahun ini merupakan edisi kedua setelah pelaksanaan sebelumnya mendapat respons positif. Antusiasme peserta meningkat signifikan, dengan banyak seniman mendaftar melalui media sosial maupun pesan pribadi.
Mengangkat tema “Beragam Jiwa yang Menyatu dengan Bumi” atau Soul of Universe, kegiatan ini merepresentasikan harmoni kehidupan dalam keberagaman budaya dan spiritualitas. Menurut Riyanto, tema tersebut mencerminkan semangat persatuan di tengah perbedaan.
“Konsep ini menggambarkan bagaimana perbedaan individu, budaya, dan spiritualitas dapat melebur menjadi satu kesatuan,” ujarnya.
Acara utama berupa pertunjukan tari tanpa henti selama 24 jam akan berlangsung pada 2 Mei 2026 pukul 06.00 WIB hingga 3 Mei 2026 pukul 06.00 WIB. Kegiatan ini akan digelar di sejumlah titik, di antaranya Pendopo Adipati Mrapat, kawasan Taman Sari, serta area Kota Lama Banyumas.
Sebagai pembuka, rangkaian acara diawali pada 1 Mei 2026 dengan Tapa Bisu dan pertunjukan Lengger Pasar. Sementara itu, pada 3 Mei 2026 juga akan digelar pertunjukan seni rakyat ebeg Banyumas di Alun-alun Banyumas mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB.
Lebih dari 120 komunitas seni dijadwalkan berpartisipasi dalam acara ini. Mereka akan menampilkan beragam karya tari, masing-masing antara satu hingga lima pertunjukan, yang tersebar di tiga titik utama.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
