PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id-Pemkab Banyumas berupaya mempertahankan operasional Bus Trans Banyumas meski subsidi dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Buy The Service (BTS) resmi dihentikan.
Di tengah keterbatasan keuangan daerah, pemerintah memastikan layanan transportasi publik tersebut tidak akan berhenti melayani masyarakat.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, penghentian subsidi APBN menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan operasional Trans Banyumas. Namun, pihaknya telah menginstruksikan agar berbagai opsi pembiayaan segera disiapkan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Banyumas.
"Subsidi Trans Banyumas dari APBN sudah dihentikan. Kondisi keuangan daerah memang sedang tidak baik-baik saja, tetapi saya sudah berupaya semaksimal mungkin agar Trans Banyumas jangan sampai berhenti," kata Sadewo di Purwokerto, Rabu (6/8/2026).
Berdasarkan perhitungan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, anggaran operasional yang tersedia saat ini diperkirakan hanya mampu menopang layanan hingga 28 Agustus 2026. Jika belum ada tambahan pendanaan, operasional bus akan terancam berhenti.
Sadewo menegaskan, pemerintah daerah kini tengah membahas berbagai alternatif pendanaan agar layanan transportasi massal tersebut tetap berjalan hingga akhir tahun.
"Ini masih kami diskusikan dengan tim anggaran dan DPRD karena pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan," ujarnya.
Menurut dia, Trans Banyumas telah menjadi kebutuhan masyarakat sehingga keberlanjutannya harus diprioritaskan, meskipun pada awalnya program tersebut merupakan inisiatif pemerintah pusat melalui skema BTS.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
