Krisis Air Bersih di Banyumas Terus Meluas, 25.817 Warga Terdampak

Elde Joyosemito
BPBD Kabupaten Banyumas mencatat 25.817 jiwa atau 7.852 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih. (Foto: BPBD Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Dampak musim kemarau di Kabupaten Banyumas semakin meluas. Selain memicu krisis air bersih, kondisi cuaca yang kering juga meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat 25.817 jiwa atau 7.852 kepala keluarga (KK) terdampak krisis air bersih.

Puluhan ribu warga tersebut tersebar di 34 desa dan kelurahan pada 14 kecamatan. Kekeringan juga berdampak terhadap tujuh fasilitas umum karena ketersediaan sumber air semakin terbatas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan, meluasnya wilayah terdampak menjadi perhatian serius karena musim kemarau masih berlangsung.

"Seiring perkembangan kondisi di lapangan, kami terus mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," kata Dwi.

Hingga 6 Agustus 2026, BPBD Banyumas telah mendistribusikan 913 ribu liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak. Bantuan tersebut disalurkan melalui 188 rit penyaluran .

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network