PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi menerima dan mengukuhkan sebanyak 10.117 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Ribuan mahasiswa tersebut memulai perjalanan akademiknya sebagai bagian dari keluarga besar kampus yang berada di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Pengukuhan mahasiswa baru dilakukan dalam Sidang Terbuka Senat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar secara hybrid di Auditorium Graha Widyatama Prof Rubijanto Misman dan secara daring dari fakultas masing-masing, Senin (10/8/2026).
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof Dr Ir Noor Farid MSi mengatakan penerimaan mahasiswa baru tahun ini dilakukan melalui tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta Seleksi Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri Unsoed.
Menurut dia, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan dengan prinsip ketat, adil, transparan, dan akuntabel untuk menjaring calon mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik, integritas, serta semangat belajar.
“Seleksi dilakukan secara ketat, adil, transparan, dan akuntabel, memastikan bahwa mahasiswa yang terpilih adalah mereka yang memiliki kualitas akademik, integritas, dan semangat belajar yang tinggi,” kata Noor Farid.
Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Unsoed juga terus meningkat. Pada 2026, jumlah pendaftar atau peminat program diploma dan sarjana mencapai 117.209 orang.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 106.692 peminat. Sementara pada 2024, jumlah peminat tercatat sebanyak 106.148 orang.
Dari total mahasiswa baru yang telah melakukan registrasi, sebanyak 1.257 orang tercatat sebagai mahasiswa program Diploma III, 8.355 mahasiswa program sarjana, dan 181 mahasiswa program profesi.
Selain itu, Unsoed juga menerima 235 mahasiswa program magister, 73 mahasiswa program doktor, serta 16 mahasiswa Program Spesialis-1.
Unsoed pada tahun ini juga menerima 35 mahasiswa asing melalui sejumlah program, antara lain Dharmasiswa, Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Jenderal Soedirman Scholarship, dan Student Exchange.
Jumlah mahasiswa internasional tersebut meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka berasal dari Pakistan, Tanzania, Zimbabwe, Vietnam, Thailand, Botswana, Yaman, China, Tajikistan, Kirgistan, Ghana, Chad, Sudan, Gambia, Republik Korea, Laos, Angola, Honduras, dan Timor Leste.
“Keberadaan mahasiswa internasional menjadi bagian dari upaya Unsoed membangun international academic atmosphere. Meski berakar di Purwokerto, Unsoed terus memperluas cakrawala pendidikan dari lokal menuju nasional hingga global dengan tetap menjaga jati diri dan nilai-nilai Soedirman,” ujar Noor Farid.
Selain mahasiswa reguler, Unsoed juga memberikan akses pendidikan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu melalui KIP Kuliah dan Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik). Sebanyak 2.021 mahasiswa baru diterima melalui dua skema tersebut, atau sekitar 21,01 persen dari mahasiswa baru jenjang sarjana dan diploma.
Sementara itu, Rektor Unsoed Prof Dr Ir Akhmad Sodiq MSc Agr IPU ASEAN Eng mengatakan mahasiswa baru merupakan generasi muda yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Para mahasiswa baru ini sejatinya adalah energi positif bagi bangsa untuk mewujudkan masa depan, dengan ilmu pengetahuan sebagai kekuatan. Mereka adalah tunas-tunas bangsa yang tengah bersemi dan kelak pada waktunya dituai menjadi anak-anak bangsa yang gemilang dan cemerlang,” katanya.
Menurut Rektor, pengukuhan tersebut menjadi titik awal perjalanan mahasiswa dalam menjalani pendidikan tinggi. Selama masa studi, mereka akan menghadapi berbagai proses pembelajaran, baik di ruang kelas dan laboratorium maupun melalui kegiatan kemahasiswaan serta interaksi sosial di lingkungan kampus dan masyarakat.
Ia berpesan kepada para mahasiswa baru untuk membangun tiga karakter utama, yakni memiliki jiwa resiliensi, mengasah kepekaan hati, serta membiasakan diri memberikan kontribusi.
Ketiga nilai tersebut, kata dia, penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga empati dan kepedulian untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
Rektor juga meminta seluruh pimpinan dan pengelola di lingkungan Unsoed menciptakan atmosfer akademik yang sehat dan ekosistem pendidikan yang mampu mendukung perkembangan mahasiswa.
“Jaga selalu standar mutu akademik kita dengan standar keunggulan yang ditetapkan. Tegaslah dalam mendidik para mahasiswa, dewasakanlah mahasiswa dengan nalar dan perasaan, agar mereka menjadi pribadi yang unggul, berdaya saing, dan siap berkhidmat di masyarakat dan dunia kerja,” tegasnya.
Rangkaian penerimaan mahasiswa baru Unsoed juga diisi dengan kuliah umum mengenai wawasan kebangsaan yang disampaikan Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayor Jenderal TNI dr Hadi Juanda, SpPD, MARS, CFrA.
Pengukuhan 10.117 mahasiswa baru tersebut menjadi awal perjalanan akademik mereka di Unsoed.
Melalui proses pendidikan, pengembangan kompetensi, aktivitas kemahasiswaan, serta pengalaman akademik dan sosial, mahasiswa baru diharapkan tumbuh menjadi generasi berilmu, berkarakter, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
