Dalam KKI 2026, UMKM dari Banyumas Raya turut ambil bagian dalam pameran secara luring maupun daring.
Sebanyak 10 UMKM Banyumas Raya mengikuti pameran secara langsung di JICC. Mereka terdiri atas Benang Emas, Kharisma Kerang Indonesia, D&D Craft, KUB Pringmas, Batik Martadireja, DK Fashion, Kopi Katresnan dari Koperasi Pageland, CV Bunga Palm, Wins Brown Sugar, dan Abon Koki.
Selain itu, sebanyak 30 UMKM Banyumas Raya ikut berpartisipasi melalui pameran daring pada platform Karya Kreatif Indonesia.
Secara keseluruhan, pameran luring KKI 2026 diikuti lebih dari 550 UMKM. Sementara pameran daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.
Aswin berharap keikutsertaan UMKM Banyumas Raya dalam KKI dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dan akses pasar baru.
"Keikutsertaan UMKM Banyumas Raya di KKI bukan hanya untuk memamerkan produk. Kami berharap ini menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring, menemukan pasar baru, termasuk peluang ekspor, dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak," ujarnya.
Dia menambahkan, penguatan UMKM membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, BI, perbankan, pelaku usaha, asosiasi, serta masyarakat.
"Semangatnya adalah UMKM harus bangkit, semakin tangguh, dan berdaya saing. Ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi semua pihak agar UMKM di Banyumas Raya semakin kuat dan mampu menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," kata Aswin.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
