Menelusuri Jejak Energi Bersih dari Sawah hingga Pesisir Cilacap

Elde Joyosemito
Matahari menjadi sumber energi yang semakin penting bagi warga di sejumlah wilayah pinggiran Cilacap. (Foto: iNewsPurwokerto)

Bagi masyarakat, keberadaan sumber energi bersih menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan di wilayah yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri.

Dari Bank Sampah hingga Kampoeng Kepiting

Model berbeda terlihat di Kelurahan Kutawaru, Kecamatan Cilacap Tengah. Di kawasan pesisir ini, energi terbarukan dipadukan dengan aktivitas ekonomi masyarakat dan pengelolaan lingkungan.

PLTS dimanfaatkan antara lain untuk mendukung operasional bank sampah dan pompa aerasi di Kampoeng Kepiting.

PLTS yang memiliki kapasitas 13 kWp tersebut menghasilkan penghematan biaya listrik sekitar Rp27,4 juta. Penggunaan energi surya juga berkontribusi terhadap reduksi emisi karbon sebesar 17,84 ton CO₂e setiap tahun.

Dampak ekonomi program DEB di Kutawaru bahkan terlihat cukup besar. Total pendapatan kelompok penerima manfaat mencapai sekitar Rp958 juta per tahun.

Ketiga wilayah tersebut memperlihatkan bahwa energi bersih dapat diterapkan sesuai dengan karakter masyarakat dan potensi lokal. Di Kalijaran, energi surya menopang sektor pertanian. Di Bondan, PLTS membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat pesisir. Sementara di Kutawaru, EBT terhubung dengan pengelolaan lingkungan dan kegiatan ekonomi.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network