PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Banyumas Raya agar semakin produktif, adaptif terhadap digitalisasi, serta mampu memperluas akses pasar dan pembiayaan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Aswin Gantina, mengatakan pengembangan UMKM dilakukan melalui sejumlah program, mulai dari digitalisasi di sisi hulu dan hilir, hilirisasi pangan, fasilitasi pembiayaan, hingga pendampingan UMKM yang berorientasi ekspor.
"Pengembangan UMKM tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga bagaimana UMKM dapat masuk ke ekosistem digital, memperluas akses pasar, memperoleh pembiayaan, serta meningkatkan nilai tambah produknya," kata Aswin.
Dalam periode 2019-2025, sebanyak 60 UMKM di Banyumas Raya telah berhasil masuk ke ekosistem digital. Pendampingan juga dilakukan terhadap kelompok subsisten agar dapat meningkatkan kapasitas usaha dan berkembang menjadi UMKM.
"Sepanjang 2019 sampai 2025, sebanyak 60 UMKM di Banyumas Raya telah go digital. Kami juga mendampingi kelompok subsisten agar mampu naik tahap menjadi kelompok usaha yang lebih mandiri," ujarnya.
Di sektor pertanian, BI Purwokerto mendorong penerapan digital farming, baik di sisi hulu maupun hilir. Sepanjang 2021-2025, tercatat 11 gabungan kelompok tani (Gapoktan) telah mendapatkan digitalisasi di sisi hulu dan lima Gapoktan di sisi hilir.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas klaster pangan strategis sekaligus memperkuat rantai nilai dari produksi hingga pemasaran.
Selain digitalisasi, BI juga mendorong hilirisasi pangan untuk meningkatkan nilai tambah produk klaster pangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
