Dia mengatakan, menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya berupa nasi dengan lauk ayam rica-rica, sayur kangkung, tahu dan buah semangka.
“Menunya kemarin itu sayur kangkung, tahu, sama ayam yang dirica-rica sama semangka. Itu menu MBG,” katanya.
Menurut Yesilia, makanan tersebut tidak menunjukkan kondisi yang mencurigakan ketika disantap. Dia mengatakan rasa makanan masih normal meskipun cenderung hambar.
“Kemarin itu menu MBG-nya masih bagus. Cuma rasanya hambar-hambar gitu. Enak saja rasanya, nggak ada yang aneh jadi dimakan saja,” ujarnya.
Sementara itu, orang tua siswa, Maini (36), mengatakan putrinya, Dea Salsa, siswa kelas X, mengalami diare sejak Selasa malam. Kondisi tersebut berlanjut hingga Rabu pagi.
Meski sudah mengalami diare, Dea tetap berangkat ke sekolah. Namun, sakit perut yang dirasakannya semakin parah ketika berada di sekolah.
“Habis magrib, ke kamar mandi mencret, lalu mau subuh juga, tapi mencret saja, tapi tetap berangkat ke sekolah, pas perutnya tambah sakit di sekolahan,” kata Maini.
Maini mengatakan, putrinya biasanya tidak mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah. Namun, pada Selasa, Dea tertarik menyantap makanan tersebut karena menurutnya menu yang disediakan cukup menarik.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
