“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang budaya, tetapi juga belajar keterampilan, kreativitas, dan bagaimana melihat potensi yang bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.
Semangat pelestarian budaya juga terlihat di SMA Negeri 1 Kebumen. Peringatan Hari Batik Nasional di sekolah tersebut dirangkai dengan peluncuran Bulan Bahasa.
Rangkaian kegiatan memadukan batik, bahasa, dan ekspresi kreatif siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran budaya yang dikemas lebih dekat dengan dunia pelajar.
Keterlibatan siswa dalam kegiatan membatik dinilai memiliki manfaat yang lebih luas. Selain meningkatkan pemahaman terhadap budaya daerah, keterampilan tersebut dapat membuka ruang bagi pengembangan kreativitas hingga peluang kewirausahaan di sektor ekonomi kreatif.
“Kami ingin anak-anak mengenal potensi daerahnya sejak di bangku sekolah. Harapannya, apa yang mereka pelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi bisa menjadi keterampilan dan inspirasi untuk masa depan,” kata Lilis.
Peringatan Hari Batik Nasional di lingkungan sekolah pada akhirnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang memadukan kemampuan akademik dengan kreativitas, keterampilan, serta pemahaman terhadap potensi budaya daerah.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
