"Tujuannya agar anak-anak lebih tahu bagaimana memilih jajanan yang sehat untuk dirinya sendiri. Sekolah memberikan kesadaran bagi siswa dan orang tuanya dalam memilih makanan yang baik," kata Rizky.
Menurut dia, edukasi mengenai keamanan pangan tidak hanya diberikan kepada siswa. Sekolah juga mengajak orang tua untuk ikut berperan dalam memastikan makanan yang dikonsumsi anak memenuhi aspek kesehatan dan keamanan.
Selain edukasi, pihak sekolah memperketat pengawasan terhadap makanan yang dijual di lingkungan sekolah melalui Kantin SEHATI. Makanan yang dipasarkan di kantin tersebut berasal dari wali murid yang telah melalui proses seleksi.
Rizky menjelaskan, terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi dalam penyediaan makanan di kantin sekolah. Salah satunya adalah tidak menggunakan bumbu yang mengandung pewarna sintetis maupun bahan kimia berbahaya.
"Selain pemberian pemahaman kepada siswa, sekolah juga menyarankan wali murid untuk turut menjaga kesadaran dalam memilih makanan atau jajanan yang sehat," ujarnya.
Kegiatan PJAS Fest juga dikemas dengan berbagai aktivitas edukatif dan menarik yang melibatkan siswa maupun orang tua. Sejumlah kegiatan tersebut di antaranya lomba mewarnai, senam Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), uji cepat pangan, serta lomba senam tari kreasi CTPS.
Selain itu, digelar pula lomba jajanan sehat berbahan pangan lokal dan lomba tari kreasi atau jingle keamanan pangan yang dikhususkan bagi wali murid.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
