35 Tahun Menanti, Akhirnya Indonesia Juara! Begini Perasaan Ole Romeny dan Luke Vickery 

Tim iNews
Keberhasilan skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki makna sangat besar bagi masyarakat Indonesia.(Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNewsPurwokerto.id – Striker Timnas Indonesia, Ole Romeny, menilai keberhasilan skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki makna yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia. Prestasi tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang Timnas Indonesia untuk kembali mengangkat trofi setelah 35 tahun.

Indonesia memastikan gelar juara usai menundukkan Thailand melalui drama adu penalti pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026) malam WIB.

Pertandingan berlangsung sengit hingga 120 menit dengan skor sama kuat 2-2. Dalam adu penalti, Timnas Indonesia tampil lebih efektif dan mampu meraih kemenangan 4-2 atas Thailand.

Keberhasilan tersebut juga menjadi bagian dari sejarah baru karena Indonesia tercatat sebagai negara pertama yang menjuarai FIFA ASEAN Cup sejak turnamen tersebut digelar.

Bagi Romeny, keberhasilan tersebut mempunyai arti tersendiri. Penyerang Fortuna Sittard itu mengaku bisa merasakan langsung besarnya kebahagiaan masyarakat Indonesia setelah Timnas mengangkat trofi.

“Sangat berarti, sangat berarti. Jika melihat semua orang, anak-anak, dan seluruh masyarakat, pencapaian ini begitu berarti bagi Indonesia. Kami sangat bangga dan rasanya seperti satu keluarga besar,” ujar Romeny, dikutip dari laman FIFA, Rabu (7/10/2026).

Romeny mengatakan dirinya selalu merasa bangga setiap kali dipercaya mengenakan jersey Timnas Indonesia. Kebanggaan itu semakin terasa ketika dirinya tampil di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati SUGBK.

“Ini sungguh luar biasa. Setiap kali bermain, kami selalu merasa sangat bangga mengenakan jersey ini. Terlebih ketika bermain di kandang sendiri, rasanya sungguh luar biasa,” tuturnya.

Sepanjang FIFA ASEAN Cup 2026, Romeny menjadi salah satu pemain yang mendapat kepercayaan besar dari pelatih John Herdman. Kontribusinya tidak hanya melalui gol, tetapi juga assist serta kemampuannya membangun kombinasi permainan dengan pemain lain.

Salah satu perannya terlihat ketika Indonesia menghadapi Bangladesh pada fase grup. Romeny mampu menjadi penghubung antarlini sekaligus membuka ruang yang membantu rekan-rekannya menciptakan peluang dan mencetak gol.

Final Berlangsung Dramatis

Pertandingan final menghadapi Thailand menjadi laga yang sarat drama bagi Timnas Indonesia. Skuad Garuda harus menjalani pertandingan selama 120 menit sebelum akhirnya memastikan gelar melalui adu penalti.

Indonesia mendapat keuntungan setelah Thailand harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81. Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Romeny di depan kotak penalti.

Keunggulan jumlah pemain tersebut kemudian dimanfaatkan Indonesia. Dean James yang mengambil eksekusi tendangan bebas mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa Indonesia unggul 1-0 pada menit ke-84.

Thailand hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk merespons. Iklas Sanron mencetak gol pada menit ke-87 sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.

Kedudukan tersebut bertahan hingga waktu normal selesai sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Meski bermain dengan 10 pemain, Thailand justru kembali menemukan momentum. Peeradol Chamrasamee melepaskan tembakan yang tidak mampu dihentikan Emil Audero Mulyadi sehingga Thailand berbalik unggul 2-1 pada menit ke-111.

Timnas Indonesia kemudian menunjukkan mentalitasnya. Elkan Baggott mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-117 dan membuat skor kembali imbang 2-2.

Tidak ada gol tambahan hingga perpanjangan waktu berakhir. Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.

Indonesia tampil lebih tenang dan berhasil menang 4-2 dalam drama tersebut. Hasil itu memastikan skuad Garuda menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.

Luke Vickery Sebut Final Penuh Emosi

Penyerang sayap Timnas Indonesia, Luke Vickery, juga menganggap pertandingan final melawan Thailand sebagai laga yang sulit dilupakan.

Vickery mengatakan pertandingan berjalan dengan perubahan momentum yang sangat cepat. Indonesia sempat memimpin, kemudian Thailand mampu menyamakan kedudukan dan kembali unggul sebelum akhirnya skuad Garuda bangkit.

“Sulit untuk menggambarkan pertandingan seperti ini. Ada begitu banyak emosi, dengan momentum yang terus naik dan turun,” kata Vickery, dikutip dari laman FIFA, Rabu (7/10/2026).

“Namun, pada akhirnya, kami berhasil memenangkan seluruh turnamen. Hanya itu yang terpenting,” lanjutnya.

FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen pertama Vickery bersama Timnas Indonesia. Pemain berusia 20 tahun tersebut resmi mengambil sumpah kewarganegaraan Indonesia pada 16 Juli 2026.

Vickery kemudian mampu membayar kepercayaan yang diberikan Herdman dengan menyumbangkan gol dan assist selama turnamen.

“Saya selalu ingin terus berkembang. Saya mencetak beberapa gol dan memberikan sejumlah assist di turnamen ini,” tuturnya.

Akhiri Penantian Gelar Selama 35 Tahun

Keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian penting bagi sepak bola Indonesia. Gelar tersebut mengakhiri penantian Timnas Indonesia senior untuk kembali meraih trofi selama 35 tahun.

Timnas Indonesia terakhir kali meraih gelar pada SEA Games 1991. Ketika itu, skuad yang dilatih Anatoli Fyodorovich Polosin menjadi juara setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-3.

Sejumlah pemain dari skuad tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan sepak bola nasional, di antaranya Widodo Cahyono Putro dan Rochy Putiray.

Putus Catatan Runner Up

Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 juga mengakhiri catatan Indonesia yang kerap gagal di partai final.

Sejak menjadi juara SEA Games 1991, Timnas Indonesia tercatat enam kali menembus final berbagai turnamen. Namun, seluruh kesempatan tersebut belum berhasil menghasilkan trofi.

Kemenangan atas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 akhirnya mengakhiri rentetan kegagalan tersebut sekaligus membawa Indonesia kembali menjadi juara.

Akhiri Rekor Tanpa Kemenangan atas Thailand

Kemenangan di final juga menjadi momentum penting karena Indonesia berhasil mengakhiri catatan tanpa kemenangan atas Thailand.

Indonesia terakhir kali mengalahkan Thailand pada 2016 dalam leg pertama final Piala AFF. Saat itu, skuad Garuda menang 2-1 berkat gol Rizky Pora dan Hansamu Yama.

Namun, Indonesia kemudian kalah 0-2 pada leg kedua di Thailand dan kembali gagal mengamankan gelar juara.

Setelah kemenangan tersebut, Indonesia dan Thailand kembali bertemu sebanyak tujuh kali. Dalam tujuh pertemuan itu, Thailand lebih dominan dengan mencatat empat kemenangan dan tiga hasil imbang.

Indonesia akhirnya kembali meraih kemenangan atas Thailand pada momen paling penting, yakni partai final FIFA ASEAN Cup 2026.

Indonesia Torehkan Sejarah sebagai Juara Perdana

Timnas Indonesia juga mencatat sejarah dengan menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup. Turnamen tersebut digelar pada periode FIFA Matchday dan menjadi bagian dari agenda kompetisi internasional yang diinisiasi FIFA.

Presiden FIFA Gianni Infantino turut memberikan apresiasi terhadap pencapaian Indonesia. Menurutnya, keberhasilan skuad Garuda menjadi juara pada edisi perdana akan menjadi bagian penting dalam sejarah turnamen tersebut.

“Dalam 100 tahun ke depan, orang-orang akan terus membicarakan ajang FIFA ASEAN Cup yang pertama ini,” ujar Infantino melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (7/10/2026).

Bagi Timnas Indonesia, gelar tersebut bukan sekadar tambahan koleksi trofi. Keberhasilan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi simbol kebangkitan skuad Garuda setelah melewati penantian panjang sekaligus menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan di level Asia.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network