Judheg, kata Sidik, juga bisa menggugah seluruh stakeholder untuk tergerak mengatasi persoalan tersebut.
Sigit Nurmianto alias Sigit Blewuk, pemeran utama dalam film tersebut berharap film tersebut berdampak positif bagi Masyarakat.
“Semoga tidak ada ‘Supri’ seperti karakter yang ada di film, juga agar sama-sana menyadari bahwa pernikahan dini adalah hal yang sangat beresiko,” ujarnya.
Sementara itu, Gunanto Eko Saputro, penggagas acara tersebut berharap diskusi film seperti ini bisa dilakukan secara berkelajutan. “Ini menjadi budaya literasi yang baik dan Judheg bisa sebagai media pembelajarannya,” katanya.
Lebih lanjut, Misya Latief juga membuka peluang diundang untuk berdiskusi dan melakukan pemutaran film di berbagai komunitas.
“Film ini saya gratiskan untuk diputar sebanyak-banyak dan semoga banyak yang tergerak untuk memberikan perhatian terhadap persoalan yang ada di sekitarnya,” pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
