BANJARNEGARA, iNewsPurwokerto.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto bersama Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan pelaku industri jasa keuangan menggelar Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 di Pendopo Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperluas akses layanan keuangan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat, mulai dari kalangan pelajar hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan tersebut dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono, didampingi Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Aswin Gantina, serta unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, dan TNI.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan pembukaan rekening tabungan dari PT BPR BKK Mandiraja (Perseroda). Selain itu, pelaku UMKM Desa Pandanarum memperoleh dukungan akses permodalan melalui PT BPR Surya Yudhakencana dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Kantor Cabang Banjarnegara.
Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono mengapresiasi OJK Purwokerto yang memilih Kecamatan Pandanarum sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan BIK 2026. Menurut dia, program tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sekaligus mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal.
Berdasarkan data Bagian Perekonomian Kabupaten Banjarnegara, potensi program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di wilayah tersebut mencakup 70.330 siswa SD, 32.166 siswa SMP, 8.918 siswa SMA, dan 4.408 siswa SMK, baik negeri maupun swasta.
"Potensi pengembangan inklusi keuangan juga berasal dari sektor produktif. Kabupaten Banjarnegara memiliki 75.924 pelaku UMKM yang berpotensi mengakses layanan keuangan, termasuk pembiayaan usaha. Selain itu, terdapat 997 pelaku usaha pertanian hortikultura, 11.296 pelaku perkebunan, 3.350 peternak, serta 161 buruh ternak yang dapat menjadi sasaran perluasan akses keuangan,"jelasnya.
Dari sisi kepemilikan rekening, data hingga semester I 2026 mencatat sebanyak 18.850 rekening Simpanan Pelajar (SimPel) dengan nilai simpanan sekitar Rp11,27 miliar. Sementara itu, rekening reguler yang dibuka selama Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 1.409 rekening dengan nominal sekitar Rp1,821 miliar.
Adapun tabungan umum mencapai 140.066 rekening dengan nilai sekitar Rp677,2 miliar. Pada sektor pembiayaan, kredit UMKM tercatat menjangkau 52.170 debitur dengan nilai sekitar Rp1,1 triliun.
Hendro berharap pelaksanaan BIK 2026 dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan, terutama bagi pelajar yang perlu membangun kebiasaan menabung sejak dini serta pelaku UMKM yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.
Kepala OJK Purwokerto Dinavia Tri Riandari mengatakan Bulan Inklusi Keuangan merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperluas akses sekaligus meningkatkan literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat.
Program tersebut sejalan dengan target indeks inklusi keuangan Indonesia sebesar 98% pada 2045 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan Indonesia tercatat sebesar 69,57%, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61%. Angka tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan akses keuangan sebesar 4,39 poin persentase dari target inklusi keuangan 98% pada 2045.
“Bulan Inklusi Keuangan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan sekaligus mendorong pemanfaatannya secara lebih luas,” demikian pesan utama program yang disampaikan OJK dalam kegiatan tersebut.
Untuk mempercepat pencapaian target, OJK bersama kementerian dan lembaga terkait serta pelaku usaha jasa keuangan menginisiasi pelaksanaan BIK setiap Oktober. Pada 2026, kegiatan tersebut mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”.
Rangkaian BIK dirancang secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai sektor industri jasa keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan nonbank. Kegiatan juga melibatkan asosiasi, perusahaan perdagangan elektronik, serta satuan kerja OJK di pusat dan daerah.
Di wilayah kerja OJK Purwokerto, rangkaian program BIK 2026 mencakup kegiatan pembukaan BIK, edukasi literasi dan inklusi keuangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta edukasi kepada anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Puncak kegiatan akan diselenggarakan melalui Financial Expo (FinExpo).
Kick Off BIK 2026 di wilayah eks Karesidenan Banyumas dilaksanakan secara serentak dengan pola hybrid melalui 15 kegiatan literasi dan inklusi keuangan. Kecamatan Pandanarum menjadi salah satu lokasi pelaksanaannya.
Secara keseluruhan, kegiatan Kick Off BIK 2026 diikuti 840 peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, pelaku UMKM, serta ibu rumah tangga dan kelompok perempuan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, OJK berharap masyarakat semakin mampu mengenali produk dan layanan keuangan yang legal, sesuai kebutuhan, serta memahami risiko penggunaannya. Peningkatan literasi juga diharapkan membuat masyarakat lebih waspada terhadap penipuan dan berbagai bentuk kejahatan keuangan.
Di sisi lain, perluasan akses pembiayaan diharapkan membantu pelaku UMKM mengembangkan usaha, meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di wilayah eks Karesidenan Banyumas.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
