Pergantian jabatan tersebut menjadi bagian dari mutasi dan rotasi 199 perwira tinggi serta perwira menengah Polri. Sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri maupun kepolisian daerah turut mengalami perubahan.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi sekaligus menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.
“Penempatan personel dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, rekam jejak, dan integritas. Prinsip meritokrasi menjadi bagian penting agar setiap personel yang mendapat amanah jabatan mampu menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab,” kata Isir dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Ia berharap para pejabat yang mendapat amanah baru segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan karakteristik wilayah tugas masing-masing. Mereka juga diharapkan menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan optimal.
“Setiap pejabat diharapkan segera menyesuaikan diri, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja yang profesional dan responsif. Pada akhirnya, seluruh pelaksanaan tugas kepolisian harus berorientasi pada pelayanan dan kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
