PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto mulai memberlakukan tarif terbaru tiket khusus atau go show untuk sejumlah rute perjalanan kereta api sejak Senin (12/10/2026).
Penyesuaian tarif tersebut berlaku untuk perjalanan dari sejumlah stasiun di wilayah Daop 5 Purwokerto menuju berbagai kota, seperti Yogyakarta, Solo, Cirebon, Cilacap, Kutoarjo, hingga Tasikmalaya. Tarif baru mencakup layanan kelas eksekutif dan ekonomi.
Salah satu perubahan terjadi pada relasi Purwokerto-Yogyakarta atau Lempuyangan. Kini, tiket khusus kelas eksekutif dibanderol Rp165.000, sedangkan kelas ekonomi Rp130.000. Tarif tersebut naik Rp25.000 dibandingkan sebelumnya, yakni masing-masing Rp140.000 dan Rp105.000.
Kenaikan tarif juga berlaku untuk perjalanan Purwokerto-Solo Balapan atau Purwosari. Penumpang kelas eksekutif kini dikenai tarif Rp175.000, sementara kelas ekonomi Rp140.000.
Untuk relasi Purwokerto-Cirebon atau Prujakan, tarif khusus ditetapkan Rp125.000 untuk kelas eksekutif dan Rp70.000 untuk kelas ekonomi. Adapun perjalanan Purwokerto-Cilacap atau Kroya dibanderol Rp45.000 untuk kelas eksekutif dan Rp35.000 untuk kelas ekonomi.
Sementara itu, tarif khusus perjalanan Purwokerto-Kutoarjo ditetapkan sebesar Rp100.000 untuk kelas eksekutif dan Rp75.000 untuk kelas ekonomi.
Informasi perubahan tarif tersebut disampaikan melalui kanal resmi KAI Daop 5 Purwokerto. Penumpang disarankan memeriksa kembali ketentuan tarif dan ketersediaan tempat duduk sebelum melakukan perjalanan.
Penumpang yang ingin mendapatkan tarif khusus tersebut perlu memperhatikan rute perjalanan, kereta yang melayani relasi, kelas pelayanan, serta ketentuan pemesanan yang berlaku.
Pengecekan tarif dan ketersediaan tempat duduk dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi PT KAI. Sebab, penggunaan tarif go show bergantung pada ketentuan yang berlaku dan ketersediaan kursi pada kereta yang dipilih.
Dengan demikian, calon penumpang sebaiknya memastikan tarif terbaru sebelum membeli tiket agar dapat menyesuaikan rencana perjalanan dan anggaran transportasi.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
