Kenaikan Harga Ayam Ras Jadi Penyumbang Inflasi di Purwokerto dan Cilacap
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Inflasi di Purwokerto dan Cilacap pada Agustus 2026 tetap terjaga dalam kisaran sasaran nasional sebesar 2,5 plus minus 1 persen. Meski secara bulanan kedua wilayah mengalami inflasi setelah pada Juli mencatatkan deflasi, tekanan harga masih terkendali.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto Aswin Gantina mengatakan Purwokerto pada Agustus 2026 mencatat inflasi sebesar 0,39 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Secara tahunan, inflasi Purwokerto mencapai 3,15 persen atau year on year (yoy).
Angka tersebut meningkat dibandingkan Juli 2026 yang mencatatkan deflasi 0,05 persen secara bulanan dengan inflasi tahunan sebesar 2,66 persen.
Sementara itu, Cilacap mencatat inflasi bulanan sebesar 0,50 persen dan inflasi tahunan 3,08 persen. Pada Juli 2026, Cilacap mengalami deflasi 0,06 persen secara bulanan dengan inflasi tahunan 2,44 persen.
“Perkembangan inflasi di Purwokerto dan Cilacap tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Hal ini menunjukkan pengendalian inflasi melalui sinergi Bank Indonesia dan pemerintah daerah terus berjalan,” kata Aswin, Selasa (2/9/2026).
Menurut dia, kenaikan harga daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di kedua wilayah. Permintaan daging ayam meningkat pada momentum Hari Kemerdekaan dan Maulid Nabi.
Dari sisi produksi, kenaikan harga juga dipengaruhi meningkatnya biaya yang harus ditanggung peternak, terutama akibat kenaikan harga pakan dan day-old chick (DOC).
Editor: EldeJoyosemito