Menurut Sidik, TMMD merupakan wujud gotong royong untuk mempercepat pembangunan dengan menjadikan kebutuhan masyarakat desa sebagai salah satu prioritas.
“Khusus di Batang melaksanakan TMMD Reguler, sedangkan lainnya TMMD Sengkuyung. Semuanya memiliki visi dan misi yang sama, yaitu bergotong royong dalam upaya membangun negeri dari lingkup desa,” kata Sidik.
Hadirkan Pelayanan Publik bagi Warga
Pelaksanaan TMMD Reguler ke-130 juga dilengkapi berbagai kegiatan nonfisik untuk meningkatkan pengetahuan dan mempermudah masyarakat mengakses pelayanan publik.
Kegiatan tersebut antara lain penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan keluarga berencana (KB), layanan SIM keliling, serta sejumlah pelayanan publik lainnya.
Melalui rangkaian kegiatan itu, TMMD di Desa Sembung diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pembangunan jalan penghubung menjadi salah satu upaya memperbaiki konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses pekerja menuju kawasan industri.
Jika akses baru tersebut berfungsi sesuai harapan, masyarakat tidak hanya memperoleh penghematan waktu perjalanan, tetapi juga berpeluang meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
