Berdasarkan laporan per 16 Oktober 2026, pembangunan sumur bor di Desa Triwarno, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, telah mencapai 24 persen. Sebagian besar lokasi lainnya belum mencatat perkembangan fisik.
“Penyediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Melalui pembangunan sumur bor, kami berharap akses warga terhadap air bersih dapat meningkat, terutama di wilayah yang membutuhkan dukungan sarana air bersih,” ujar Sidik.
Rehabilitasi 150 Rumah dan Peningkatan Sanitasi
Di sektor perumahan, sebanyak 150 rumah tidak layak huni menjadi sasaran rehabilitasi di kedua kabupaten. Banyumas mendapat alokasi 105 unit, sedangkan Kebumen sebanyak 45 unit.
Di Banyumas, dukungan rehabilitasi rumah berasal dari beberapa sumber, yakni Sterad untuk 21 unit, tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk 25 unit, serta Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk 59 unit.
Selain perbaikan rumah, program tersebut mencakup peningkatan fasilitas sanitasi. Banyumas menargetkan pembangunan 31 unit jambanisasi, sedangkan Kebumen menyasar 20 titik fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Meski demikian, laporan yang diterima hingga pertengahan Oktober belum mencatat progres fisik rehabilitasi RTLH di kedua kabupaten tersebut.
Sidik menuturkan, perbaikan rumah dan fasilitas sanitasi merupakan bagian dari upaya mendukung kualitas hidup masyarakat.
“Rumah yang layak dan fasilitas sanitasi yang memadai merupakan kebutuhan mendasar. Kami berharap program ini dapat membantu masyarakat memperoleh lingkungan tempat tinggal yang lebih baik dan sehat,” katanya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
