Kekeringan Kian Parah di Cilacap, Musim Hujan Diprediksi Mundur hingga Desember

Elde Joyosemito
Dampak kekeringan di Kabupaten Cilacap pada musim kemarau 2026 meluas hingga 95 desa dan kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan. (Foto: PMI Cilacap)

Taryo menjelaskan, bantuan air bersih tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap dan kontribusi berbagai pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta bantuan masyarakat.

Dari total bantuan yang telah disalurkan, sebanyak 427 tangki atau sekitar 2,13 juta liter berasal dari APBD Kabupaten Cilacap. Sementara itu, bantuan dari berbagai pihak mencapai 1.402 tangki atau sekitar 7,109 juta liter.

Sejumlah lembaga turut berkontribusi dalam penanganan kekeringan, di antaranya Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap, Pertamina Patra Niaga, Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy, Lazis Muhammadiyah, Lazis Nahdlatul Ulama, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, dan Baznas Kabupaten Cilacap, serta instansi dan kelompok masyarakat lainnya.

PMI Kabupaten Cilacap tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar dengan menyalurkan 513 tangki atau 2,565 juta liter air bersih.

Selain itu, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk telah menyalurkan 97 tangki atau 485.000 liter air bersih, sedangkan Lazis Muhammadiyah menyumbangkan 93 tangki atau 489.000 liter.

Menurut Taryo, keterlibatan berbagai pihak tersebut membantu pemerintah daerah memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.

Editor : EldeJoyosemito

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network