Nasib di Ujung Tanduk, Carrick Jadikan Duel Kontra Roma sebagai Momentum Kebangkitan

Abdul Haris
Michael Carrick bertekad membawa Manchester United (MU) bangkit saat menjamu AS Roma dalam lanjutan Liga Champions 2026-2027. (Foto: Manchester Evening News)

Meski demikian, Carrick mengakui MU masih harus melakukan banyak pembenahan. Tim perlu meningkatkan kualitas permainan sekaligus lebih cermat dalam mengambil keputusan di lapangan.

MU Dibayangi Sejarah Kelam

Tekanan yang dihadapi MU saat ini mengingatkan pada sejumlah periode sulit dalam sejarah klub. Mereka terakhir kali mengalami degradasi pada musim 1973-1974.

Sementara itu, posisi terendah MU setelah melewati setidaknya sembilan pertandingan sejak periode tersebut adalah peringkat ke-17 pada musim 1989-1990.

MU juga pernah mengalami masa sulit pada musim 2024-2025. Saat masih ditangani Ruben Amorim, mereka sempat menempati posisi ke-16 setelah menjalani 37 pertandingan.

Kini, Carrick menghadapi tantangan serupa untuk mengangkat performa tim. Pertandingan melawan Roma menjadi kesempatan penting bagi MU untuk menghentikan tren negatif sekaligus menjaga peluang melangkah lebih jauh di Liga Champions.

Sebaliknya, jika kembali gagal meraih hasil positif, tekanan terhadap Carrick dipastikan semakin besar. Masa depannya di Old Trafford pun kian berada dalam ancaman.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network