PURBALINGGA, iNewsPurwokerto.id – Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas telah menyalurkan sebanyak 827,05 ton jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Jagung. Program tersebut ditujukan untuk membantu peternak ayam petelur skala mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga terjangkau.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan, penyaluran jagung SPHP merupakan bagian dari penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penerima bantuan ditentukan berdasarkan daftar peternak yang telah ditetapkan oleh Bapanas.
Dalam pelaksanaannya, Bulog bekerja sama dengan sejumlah organisasi peternak, yakni Paguyuban Peternak Ayam Layer (PPAL) Purbalingga, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), serta Pinsar Petelur Nasional (PPN) Banyumas.
"Hingga saat ini, kami telah merealisasikan pendistribusian jagung SPHP sebanyak 827.050 kilogram (kg)," kata Prawoko di Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Kamis (5/11/2026).
Menurut dia, jagung SPHP dijual dengan harga Rp5.000 per kg di gudang Bulog. Harga tersebut diharapkan dapat membantu peternak mikro menekan biaya produksi, terutama karena pakan menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar dalam usaha ayam petelur.
Prawoko mengatakan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan bahan baku pakan, tetapi juga diarahkan untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak melalui dukungan penyerapan hasil produksi telur.
"Melalui dukungan tersebut, peternak diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk menjaga produktivitas sekaligus mempertahankan keberlanjutan usahanya," ujarnya.
Bulog Banyumas juga mengikuti kegiatan Sinergi BUMN Pangan bersama peternak ayam petelur mikro yang dipusatkan di Desa Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026) secara daring dari . Kegiatan tersebut menggabungkan penyaluran jagung SPHP dengan pembelian telur hasil produksi peternak.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, keberpihakan terhadap peternak skala mikro menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Menurut dia, stabilitas pangan tidak cukup hanya dengan menjaga ketersediaan komoditas di pasar, tetapi juga perlu memastikan pelaku usaha di tingkat produksi tetap mampu bertahan.
"Bulog memastikan para peternak mikro tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha. Melalui program SPHP Jagung, kami ingin membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau," kata Ahmad Rizal.
Dia menambahkan, penyaluran jagung murah yang disertai sinergi pembelian telur diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi peternak sekaligus memperkuat pasokan telur untuk masyarakat.
Bulog, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah, Bapanas, BUMN pangan, dan koperasi peternak agar distribusi jagung SPHP berlangsung sesuai ketentuan, transparan, serta tepat sasaran.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap peternak ayam petelur skala mikro semakin berdaya, sementara ketersediaan dan stabilitas pasokan telur ayam di masyarakat tetap terjaga.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
