PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Anggota DPD RI Abdul Kholik mendorong Bank Indonesia (BI) memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi kawasan Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan. Pengembangan tersebut diarahkan pada sektor agro, maritim, pariwisata, serta penguatan ketahanan pangan
"Kami dengan BI yang baru juga sepakat untuk lebih memperkuat kolaborasi ke depan. Saya merasa sangat optimistis karena ini akan menjadi sebuah kolaborasi," kata Kholik.
Dia menjelaskan, kemitraan antara DPD RI dan BI telah berlangsung sejak 2020. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai agenda, termasuk diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) untuk merumuskan pengembangan kawasan ekonomi Jateng selatan.
Salah satu program yang mendukung agenda tersebut adalah Karya Kreatif Serayu. Program ini mengangkat potensi kawasan Lembah Sungai Serayu hingga pesisir selatan Jawa dengan mengembangkan sektor pertanian, maritim, pariwisata, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Kholik, peran BI tidak hanya berkaitan dengan pengembangan ekonomi daerah, tetapi juga penting dalam menjaga stabilitas harga. Penguatan sektor pangan menjadi salah satu perhatian karena komoditas pangan memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan inflasi.
Dia juga mengusulkan agar cakupan pengembangan ekonomi kawasan Jateng selatan tidak terbatas pada empat kabupaten yang selama ini menjadi wilayah kerja BI Purwokerto, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Pengembangan kawasan secara terpadu, menurut dia, perlu melibatkan tujuh kabupaten dengan memasukkan Kebumen, Wonosobo, dan Purworejo.
Keterlibatan daerah-daerah tersebut dinilai penting untuk membangun kesinambungan potensi ekonomi kawasan. Salah satunya melalui pengembangan kegiatan lintas wilayah seperti Festival Serayu yang memiliki keterkaitan hingga Wonosobo.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
