DPD RI Dorong Tujuh Kabupaten Bersinergi Kembangkan Potensi Jateng Selatan

Elde Joyosemito
Anggota DPD RI Abdul Kholik mendorong perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi kawasan Jawa Tengah selatan. (iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Anggota DPD RI Abdul Kholik mendorong Bank Indonesia (BI) memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi kawasan Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan. Pengembangan tersebut diarahkan pada sektor agro, maritim, pariwisata, serta penguatan ketahanan pangan

"Kami dengan BI yang baru juga sepakat untuk lebih memperkuat kolaborasi ke depan. Saya merasa sangat optimistis karena ini akan menjadi sebuah kolaborasi," kata Kholik.

Dia menjelaskan, kemitraan antara DPD RI dan BI telah berlangsung sejak 2020. Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai agenda, termasuk diskusi kelompok terpumpun atau focus group discussion (FGD) untuk merumuskan pengembangan kawasan ekonomi Jateng selatan.

Salah satu program yang mendukung agenda tersebut adalah Karya Kreatif Serayu. Program ini mengangkat potensi kawasan Lembah Sungai Serayu hingga pesisir selatan Jawa dengan mengembangkan sektor pertanian, maritim, pariwisata, serta pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Kholik, peran BI tidak hanya berkaitan dengan pengembangan ekonomi daerah, tetapi juga penting dalam menjaga stabilitas harga. Penguatan sektor pangan menjadi salah satu perhatian karena komoditas pangan memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan inflasi.

Dia juga mengusulkan agar cakupan pengembangan ekonomi kawasan Jateng selatan tidak terbatas pada empat kabupaten yang selama ini menjadi wilayah kerja BI Purwokerto, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Pengembangan kawasan secara terpadu, menurut dia, perlu melibatkan tujuh kabupaten dengan memasukkan Kebumen, Wonosobo, dan Purworejo.

Keterlibatan daerah-daerah tersebut dinilai penting untuk membangun kesinambungan potensi ekonomi kawasan. Salah satunya melalui pengembangan kegiatan lintas wilayah seperti Festival Serayu yang memiliki keterkaitan hingga Wonosobo.

"Misalnya Festival Serayu, ujungnya di Wonosobo. Maka, Wonosobo juga perlu ditarik sebagai bagian dari pengembangan konsepsi kawasan yang oleh BI dilembagakan melalui Karya Kreatif Serayu," ujarnya.

Lebih lanjut, Kholik mengatakan pengembangan kawasan Jateng selatan juga berkaitan dengan usulan menjadikan wilayah tersebut sebagai kawasan swasembada pangan yang selanjutnya diarahkan menjadi daerah khusus penyangga pangan.

Potensi produksi pangan di kawasan tersebut dinilai cukup besar. Sektor hortikultura berkembang di wilayah Temanggung dan Wonosobo, sedangkan produksi padi ditopang sejumlah daerah seperti Cilacap, Banyumas, Kebumen, dan Purworejo.

Kholik menilai penguatan kawasan selatan semakin mendesak di tengah tekanan terhadap wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah akibat ekspansi industri manufaktur. Perubahan pemanfaatan lahan di kawasan utara dikhawatirkan mengurangi kapasitas wilayah tersebut sebagai penyangga produksi pangan.

Dia mengungkapkan adanya proyeksi akademik yang memperkirakan kontribusi Jawa Tengah terhadap produksi nasional berpotensi menurun dari sekitar 18 persen menjadi 5 persen dalam 20 tahun mendatang. Penurunan tersebut dikaitkan dengan berkurangnya kawasan penyangga pangan di wilayah utara.

"Oleh karena itu, kawasan selatan ini harus kita selamatkan dan pertahankan sebagai penyangga pangan," katanya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kholik menilai diperlukan dukungan pembangunan infrastruktur serta koordinasi antarpemerintah daerah. 

Langkah itu penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan, memperlancar distribusi, sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok di tengah potensi gangguan perdagangan dan pasokan pangan global akibat dinamika geopolitik.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network