Satu Desa di Purbalingga Dilockdown, Begini Kondisinya

Bayu Sasongko
.
Kamis, 17 Juni 2021 | 16:31 WIB
Akses keluar dan masuk Desa Manduraga, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga diportal dan dijaga ketat aparat keamanan desa. (Foto: Bayu Sasongko)

PURBALINGGA, iNews.id- Satu desa di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yakni Desa Manduraga, Kecamatan Kalimanah, melakukan lockdown. Pasalnya, sebanyak 22 warga di desa tersebut terkonfirmasi positif covid-19.

Semua akses keluar dan masuk desa ditutup menggunakan portal bambu. Tiga titik perbatasan desa diportal permanen, sementara satu akses masuk desa juga diportal namun dijaga oleh sejumlah aparat desa.

Kepala Desa (Kades) Manduraga Hardizon mengatakan, penutupan dilakukan pada perbatasan wilayah penutupan dilakukan sejak Rabu (16/06/2021) malam.

"Empat akses masuk, tiga diantaranya ditutup total. Satu pintu buka tutup dan dilakukan penjagaan, jadi bisa buka tutup. Di jalan utama masuk desa, portal dijaga ketat aparat desa. Warga luar desa bisa masuk, tergantung kepentingan," ujar Hardizon, Kamis (17/06/2021).

Ia menyampaikan, kegiatan lockdown desa tersebut sudah dikordinasikan dengan forkopimcam. Penutupan akses itu dilakukan guna menekan persebaran virus. Sebab, lalu lintas jalan desa Manduraga tergolong tinggi.

Hardizon menjelaskan, wilayah utara berbatasan dengan Desa Karangpule, Kecamatan Padamara. Sisi barat berbatasan langsung dengan Desa Kramat, Kabupaten Banyumas. Sedangkan sisi selatan, berbatasan dengan Desa Blater.

"Penutupan ini diharapkan bisa mengurangi mobilitas warga, jadi ini upaya untuk penekanan kasus covid," ujarnya.

Selain akses jalan, untuk sementara pasar desa juga ditutup. Penutupan pasar karena ada warga yang rumahnya di sekitar pasar, satu keluarga positif covid. Kegiatan belajar mengajar belum dilaksanakan. Begitu juga untuk acara keagamaan.

"Pasar sementara tidak beroperasi karena berpotensi menimbulkan kerumunan. Solat jamaah di mushola bisa, tapi untuk jamaah solat jumat belum diijinkan," kata Hardizon.

Langkah melakukan lockdwon diambil, menurut Hardizon, disebabkan adanya kasus covid di Manduraga. Tercatat, saat ini ada 22 warganya yang positif, sedangkan satu meninggal dunia. Sampai saat ini, masih ada 18 orang yang sedang menunggu hasil swab.

"Ada satu orang warga meninggal dan masih ada yang menunggu hasil swab," kata dia.

Sejumlah upaya penanganan telah dilakukan, selain tertib dalam menerapkan prokes, desa juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan warga. Sementara keluarga yang sedang karantina, telah diberikan asupan vitamin dan bantuan sembako.

Editor : Elde Joyosemito
Bagikan Artikel Ini