Benarkah Menulis Itu Menyembuhkan? Ini Paparan Okky Madasari

Ia menegaskan bahwa menulis bisa menjadi pilihan produktif bagi perempuan, termasuk yang memilih untuk tetap di rumah. Dengan menulis, perempuan dapat tetap memiliki eksistensi dan peran bermakna dalam masyarakat.
Rahmawati Wulansari, akademisi Unsoed dan psikolog, juga menegaskan manfaat menulis sebagai terapi penyembuhan. Menurutnya, menulis dapat membantu pasien yang mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) atau trauma akibat kejadian yang menyakitkan.
"Menulis sangat efektif untuk membantu korban kekerasan seksual atau trauma lainnya yang kesulitan berbicara. Dengan menulis, mereka dapat mengekspresikan perasaan dan menemukan jalan keluar," ujarnya.
Di penghujung acara, Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unsoed, Tri Wuryaningsih, memberikan penghargaan kepada mahasiswa pemenang lomba menulis puisi, esai, dan poster bertema anti-kekerasan seksual.
Melalui workshop ini, para peserta diajak tidak hanya untuk memahami pentingnya menulis sebagai media penyembuhan, tetapi juga untuk memanfaatkannya sebagai senjata perlindungan terhadap ketidakadilan.
Kampanye Writing is Healing, Writing is Protecting terus digalakkan Okky bersama berbagai komunitas dan lembaga demi menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan peduli terhadap isu-isu kemanusiaan.
Editor : EldeJoyosemito