Aplikasi Rehabilitasi Berhenti Merokok Karya Mahasiswa Surabaya Raih Pendanaan dari Google Indonesia

Dalam pengembangannya, aplikasi Unsmoke melibatkan kontribusi penting dari sejumlah profesional medis yang memberikan masukan terhadap pendekatan dan solusi yang dihadirkan pandangan dari para ahli ini memperkuat tujuan Unsmoke dalam menghadirkan dukungan bagi perokok yang ingin berhenti, khususnya di Indonesia, yang memiliki prevalensi merokok tinggi.
Dr. Zain Budi Syulthoni, Sp.KJ., psikiater di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, mengungkapkan bahwa aplikasi ini sangat relevan dengan tantangan besar di Indonesia, yang merupakan negara dengan proporsi perokok pria tertinggi di dunia—mencapai 71,4 persen dari total populasi pria.
"Secara keseluruhan, perokok di Indonesia mencakup 70,5 persen dari populasi, yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah perokok tertinggi secara global," ujar Dr. Zain. Menurutnya, aplikasi seperti Unsmoke dapat berkontribusi signifikan dalam mengurangi angka ini.
Lebih lanjut, Dr. Zain menjelaskan bahwa kecanduan rokok berhubungan dengan reward system atau sistem penghargaan di otak, di mana kebiasaan merokok mengaktifkan sistem tersebut melalui stimulus negatif.
"Pendekatan gamifikasi di Unsmoke memberikan alternatif positif bagi pengguna, sehingga mereka dapat menggantikan dorongan negatif merokok dengan pencapaian yang lebih sehat dan konstruktif," ujarnya, seraya menambahkan bahwa konsep ini memiliki potensi kuat untuk mengubah pola pikir pengguna dalam menghadapi kecanduan.
Sedangkan dari perspektif medis lainnya, Dr. Atina Irani Wira Putri, Sp.PD., seorang internis sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan ITS Surabaya, turut mengapresiasi inovasi Unsmoke. Ia menilai bahwa konsep avatar paru-paru dan gamifikasi yang dihadirkan memberikan pengalaman interaktif bagi pengguna yang tidak hanya mendukung proses berhenti merokok, tetapi juga dirancang dengan perencanaan yang matang.
"Unsmoke telah mempertimbangkan aspek waktu dan metode yang tepat, menjadikannya relevan dan efektif bagi pengguna dari berbagai kalangan," kata Dr. Atina.
Salah satu pengguna Unsmoke, Reza Putra (21), berbagi pengalamannya menggunakan aplikasi ini. Menurutnya, Unsmoke membantu dirinya memantau jumlah rokok yang ia konsumsi setiap harinya, terutama ketika dirinya tidak sadar berapa banyak yang sudah dihisap, misalnya ketika ada teman yang menawarkan. Selain itu, fitur perhitungan biaya membuat dirinya menjadi lebih bijak, karena dirinya bisa melihat berapa banyak uang yang sebenarnya dihabiskan untuk rokok.
"Tampilan aplikasi yang menarik dan konsep gamifikasinya membuat proses berhenti merokok terasa lebih menyenangkan dan ada elemen hiburan di dalamnya. Fitur latihan pernapasan juga sangat membantu, terutama saat keinginan merokok muncul, karena menjadi cara efektif untuk mengalihkan perhatian." ujar Reza, salah satu pengguna Unsmoke yang sedang berjuang untuk berhenti merokok.
Tim Unsmoke berharap aplikasi ini bisa membawa dampak positif bagi masyarakat luas, khususnya dalam mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan angka perokok di Indonesia. Visinya adalah menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendorong masyarakat Indonesia, terutama generasi muda untuk hidup bebas dari rokok.
Editor : Arbi Anugrah