Gempa Bumi Tektonik M 5.0 di Cilacap Terasa hingga Yogyakarta, Tidak Menimbulkan Tsunami

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Gempa berkekuatan Magnitudo 5.0 terjadi di wilayah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (4/4/2024). Gempa dirasakan hingga Yogyakarta, DIY.
Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang terjadi pada pukul 13.59.49 WIB, wilayah Cilacap, Jawa Tengah tersebut merupakan gempa tektonik. Berdasarkan hasil jasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw= 4,9.
"Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,39° LS; 109,19° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km Tenggara Cilacap, Jawa Tengah, pada kedalaman 64 km," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangan tertulisnya.
Dia mengatakan jika memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam dibawah Lempeng Eurasia.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar turun dengan kombinasi mendatar (oblique normal fault)," jelasnya.
Dampak dari gempabumi ini sendiri dirasakan di wilayah Cilacap, Kebumen, Bantul III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) dan Pacitan II-III MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang - Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami," ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga pukul 14.15 WIB, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Maka dari itu ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya. Selain itu ia juga meminta agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,' ucapnya.
Editor : Aryo Arbi